Hati Jenny bak teriris-iris saat sang buah hati Bellaetrix dinyatakan psikisnya mengalami gangguan karena cedera yang diderita sang anak tak kunjung sembuh. Bahkan pebulutangkis yang kerap disapa Bella harus berkonsultasi kepada seorang psikiater.
Bella direkomendasikan untuk berkonsultasi kepada seorang psikiater oleh dokter pelatnas PBSI. Hal ini dikarenakan program yang dicanangkan olen PBSI untuk penyembuhan Bella tak kunjung membuahkan hasil.
"Bella tidak bisa berkomitmen dengan progran Exercise Therapy yang sudah ditentukan, programnya tak kunjung usai. Di sini saya melihat sepertinya ada masalah dalam dirinya dan saya sarankan Bella menemui psikiater," ucap dr. Michel selaku dokter pelatnas PBSI waktu itu.

Mengetahui hal ini, Jenny sendiri sejati paham bahwa sang anak ini merasakan sakit pada anggota tubuhnya. Bukan jiwanya yang sakit yang disanggahkan oleh dokter PBSI.
"Pasti sedih-lah. Saya tahu dia (Bella) mengadu kepada saya sambil menangis bilang lututnya sakit. Saya bawa dia ke dua dokter spesialis ortopedi di luar pelatnas. Dan hasil MRI dua-duanya bilang ligamennya putus dan harus operasi," ucap Jenny saat ditemui di RSPAD Gatot, Soebroto.
"Saya sebagai ibunya juga kecewa. Anak saya sakit seperti itu dan kalau sudah tidak bisa jalan tidak ada yang ganti. Kalau atlet bisa regenerasi, kalau anak mau cari dimana," tegas Jenny.

"Mereka tida cepat menangani. Saya pinta operasi namun tidak diberikan rekomendasi. Puji tuhan akhirnya ada jalan Tuhan yang mau bantu Bella untuk Operasi," tutup ia.
Kini Bella sudah melakukan operasi di rumah sakit RSPAD Gatot Soebroto. Setidaknya ia kini harus beristirahat total untuk proses penyembuhannya.