Meski memiliki keinginan meraih juara pada kejuaraan dunia Indonesia Master 2016, namun pemain muda tunggal putra masa depan Indonesia Jonatan Christie tak ingin ambisinya itu justru menjadi bumerang.
Dia pun untuk sementara meredam ambisinya itu, dan memilih fokus menjalani setiap pertandingan. Khususnya menghadapi babak perdelapan final melawan Muhamad Bayu Pangestu untuk melangkah ke babak perempat final, pada pertandingan yang akan berlangsung siang ini.
“Emang saya targetnya juara. Tapi saya ingin fokus dulu satu-satu di setiap pertandingan. Jadi saya enggak mau memikirkan dulu,” ujar pemain yang akrab disapa Jojo itu.
Menurutnya, tidak mudah untuk bisa sampai ke final dan meraih juara, karena kata Jonatan yang paling dibutuhkan adalah konsentrasi dan fokus dalam setiap pertandingan.
“Jadi saya pikirnya sementara pertandingan hari ini, kemudian saya pikirkan pertandingan besok. Jadi satu-satu. Jadi hari ini selesai, kemudian kita fokus lagi besok,” ujarnya.

Jonatan Christie fokus menghadapi satu laga ke laga berikutnya.
Apalagi lawan-lawan yang akan dihadapinya semakin berat, karena ada sejumlah pemain kelas dunia yang juga tampil dari Hongkong, Thailand maupun India.
“Jadi pikiran saya fokus, fokus dan fokus. Keinginan juara itu pasti, tapi untuk sampai ke sana harus fokus, tidak bisa lengah karena akan bahaya dan bisa jadi beban,” imbuhnya.
Terkait kekalahan rekannya Anthony Ginting di putaran pertama, Jonatan mengatakan, pemain berdarah batak tersebut, tidak beruntung dalam drawing karena langsung mendapat lawan yang berat di putaran pertama.
“Ginting kebagian drawing-nya boleh dibilang gak gampang, karena Zhao Jun Peng itu pemain masa depan China. Waktu di kejuaraan junior dia dapat perunggu mengalahkan saya. Cuma sempat menghilang satu sampai dua tahun, ini baru muncul lagi,” tandasnya.