INDOSPORT.COM - Pelatih bulutangkis Indonesia, Herry IP, buka suara mengenai kegagalan anak asuhnya seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon meraih satupun gelar juara di Singapore Open 2019.
Dalam sebuah wawancara yang dimuat di halaman resmi Federasi Bulutangkis Indonesia, Badmintonindonesia.org, Herry IP menyoroti perihal sektor putra bulutangkis Indonesia yang di turnamen terakhir tak mampu mendapatkan gelar juara.
Khususnya di sektor ganda putra, di mana ganda andalan Indonesia Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon justru harus tersingkir dari FajarAlfian/Muhammad Rian Ardianto.
Menurut Herry IP, penampilan Kevin/Marcus di Singapore Open 2019 itu memang karena keduannya mengalami penurunan permainan, namun Herry belum tahu pasti apa yang menjadi penyebabnya.
"Memang kalau saya lihat, Kevin/Marcus ada sedikit penurunan. Saya belum ngobrol sama mereka, apa mungkin ada rasa jenuh, sudah tidak ada tantangan, atau seperti apa?," ungkap Herry.
Meski menilai Kevin//Marcus menurun, Herry tak lantas menyalahkan mereka. Bahkan, pria berusia 56 tahun itu justru mensyukuri kekalahan di Singapore Open 2019. Kekalahan itu dinilai bagus untuk meminimalisasikan tekanan, di saat mereka sudah terbiasa mengalahkan lawan-lawannya di berbagai kompetisi.
"Kevin/Marcus karena sudah terbiasa menang, sehingga orang sudah terbius sama menang-menang, kalau kalah nggak boleh. Padahal kan mereka sudah fokus, jadi ada pressure harus menang."
"Kalau menurut saya, kekalahan mereka, ada positifnya juga. Kalau menang terus nanti saya malah khawatir di Olimpiade, ya tapi kalau kalah terus juga nggak bagus," ungkap Herry.
Di luar semua segala penilaiannya, untuk lebih memastikan, Herry juga menyebut telah menugaskan tim Litbang untuk meneliti lebih khusus, apa yang menjadi kelemahan Kevin/Marcus dan anak asuhnya yang lain, di imana mereka banyak melakukan kesalahan dan kehilangan poin, demi evaluasi di turnamen ke depannya.
Terus Ikuti Berita Sepak Bola dan Bulutangkis Lainnya Hanya di INDOSPORT