•
Pertamina Kejurnas PBSI 2015
Hanna Ramadini Belum Temui Hambatan Berarti
“Di pertandingan pertama ini saya lumayan tegang. Lawannya tidak mudah, katanya dia juara juga di sirkuit nasional. Tadi permainan lawan cukup bagus, terutama di bola-bola atasnya yang tajam. Ada rasa khawatir sedikit, tetapi alhamdulillah ini bisa saya atur,” ungkap Hanna seperti dilansir laman resmi PBSI.
Selanjutnya di babak delapan besar Hanna akan bertemu rekan Sepelatnas Dinar. Hanna dan Dinar baru sekali bertemu di pertandingan resmi yakni di final Swiss International Challenge 2014. Kala itu Hanna naik podium juara setelah mengalahkan Dinar dengan skor 11-9, 11-5, 7-11, 9-11, 11-6.
“Setelah pertandingan ini saya akan bertemu Dinar, teman sepelatnas. Peluang kami 50-50, di latihan pun kalau bermain hasilnya menang-kalah. Saya ingin tim pelatnas juara di turnamen ini, siapapun yang juara, dialah yang terbaik,” lanjutnya.
Tak hanya Hanna, sejumlah tunggal putri Pelatnas juga menginjakkan kaki di babak perempatfinal. Gregoria Mariska tanpa hambatan berarti mengalahkan Marsa Indah Salsabila (Jawa Tengah), dengan skor 21-15, 21-9. Dinar Dyah Ayustine mampu mengatasi permainan Rina Andriani, wakil dari Jawa Tengah, dengan skor 21-9, 21-13.
Fitriani juga memastikan tempat di perempatfinal dengan kemenangan straight game atas Intan Dwi Jayanti (Jawa Tengah), 21-13, 21-18. Kejutan diciptakan oleh Priskila Siahaya (Pelatnas PBSI) yang mengalahkan pemain senior Febby Angguni (Jawa Timur), 17-21, 23-21, 21-16.
Ana Rovita (DKI Jakarta) juga membuat kejutan dengan menumbangkan Maria Febe Kusumastuti, unggulan pertama dari Jawa Tengah, dalam dua game langsung, 23-21, 21-16.