Pelatih yang pernah menjuarai Piala Dunia sewaktu masih aktif bermain di tahun 1998, yakin telah melihat pesawat yang dilengkapi dengan kamera melintasi markas mereka di Ribeirao Preto.
Hasilnya skuad Ayam Jantan hanya memiliki sedikit waktu untuk mencerna strategi Deshamps saat sebuah pesawat tanpa awak dan berkamera memata-matai sesi latihan mereka.
Deschamps mengajukan keluhan kepada FIFA menjelang pertandingan kontra Honduras. Deschamps yang pernah memperkuat Juventus khawatir tentang kemungkinan strateginya telah dicuri.
"Rupanya, penggunaan pesawat pengintai menjadi hal yang wajar akhir-akhir ini. FIFA yang harus menangani hal ini dan selayaknya melakukan penyelidikan. Kami tak ingin ada gangguan dalam privasi kami, tapi nyatanya sulit untuk menghindari hal-hal seperti itu," kata Deschamps.
Seorang pewarta asal Honduras yang datang dalam konferensi pers pada saat itu membantah bahwa bukan negaranya yang melakukan pengintaian itu.
Deschamps menjawab dengan rasa curiga,"Bukan negara anda? Oh, lagi pula tak ada hal yang istimewa dalam sesi latihan kemarin."
Dalam sesi wawancara itu Deschamps menolak untuk mengenakan alat headphone yang disediakan untuk mendengarkan pertanyaan yang ditujukan kepadanya dalam bahasa lain selain bahasa Prancis.
Deschamps menghindar saat ditanya masalah Prancis yang akhir-akhir ini dihantam kabar miring bahwa ada perpecahan dalam kubu tim Si Biru, seperti yang terjadi di PIala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012.
"Saya tak mengerti apa yang tak terjadi di sini, saya tak mengenakan headphone. Saya tahu kabar tak sedap di Piala Dunia Afrika Selatan, tapi tak seharusnya anda mengungkit apa yang terjadi empat tahun lalu. Kini keadaannya telah banyak berubah," kata dia.