Selama lebih dari sepuluh tahun, Persekam Metro FC memang tidak begitu terdengar gaungnya. Pasalnya, klub kebanggaan Kabupaten Malang ini masih kalah pamor dibandingkan adik mudanya, Arema maupun Persema yang punya banyak pendukungnya.
"Tim ini sekian tahun konsisten berada di Divisi Utama. Kini saatnya kami ingin berprestasi," kata Rendra Kresna dalam konferensi pers di Pendopo Pringgitan Kabupaten Malang.
Suasana launching tim Persekam Metro FC jelang Liga 2 Indonesia.Bupati Malang tersebut melanjutkan, bahwa Persekam Metro memang sengaja untuk tidak membidik target tinggi di setiap musim kompetisi di kasta Divisi Utama, sejak promosi dari Divisi I pada 2005 silam. Sejak awal, manajemen Persekam khawatir soal pendanaan jika mereka bisa menembus kompetisi yang lebih tinggi.
Namun, Rendra berniat untuk tetap konsisten dalam kancah sepakbola nasional. Usai target yang diberikan oleh manajemen sudah terealisasi oleh tim.
Inilah yang membuat sang Bupati kemudian menganggap tahun ini sebagai momen untuk menaikkan gengsi Persekam Metro FC menjadi salah satu yang disegani di papan atas kompetisi Liga 2 Indonesia nanti.
Raja Isa merupakan salah satu pelatih Malaysia yang pernah berkiprah di Indonesia.Tak tanggung-tanggung , manajemen yang terbentuk dari unsur investor dan Pemerintah Kabupaten Malang lalu menunjuk Raja Isa bin Akram Shah sebagai pelatih tim. Mantan pelatih Persipura Jayapura dan PSM Makassar ini akan menjadi nahkoda anyar Persekan musim ini.
"Semua tahu kapasitas Coach Raja Isa dengan banyak melatih klub papan atas seperti Persipura Jayapura, PSM Makassar hingga Persijap Jepara. Pengalaman tinggi itu lah yang kami harapkan menular ke Persekam Metro FC agar bisa bersaing di papan atas musim ini," Bupati kelahiran Pamekasan Madura itu menambahkan.
Selain itu, keseriusan pihak klub dengan menggandeng dua investor, yaitu PT Mahakarya Evelyn Mughnii Develpoment (MEMD) sebagai pengelola tim, dan juga PT Sumber Jaya Elpiji sebagai investor dana untuk finansial tim.