INDOSPORT.COM - Pengaturan Skor Pertandingan (match fixing) selalu menjadi wabah dalam dunia sepak bola dan membuat sakit hati para suporter.
Di Indonesia, bahkan sampai polisi turun tangan dengan membentuk Satgas Anti Mafia Bola dalam memberantas praktik pengaturan skor.
Baru-baru ini media Singapura, Live Sport Asia, merangkum tiga skandal pengaturan skor yang pernah mengguncang ASEAN.
1. Laga SEA Games ke-23 antara Myanmar vs vietnam (2005)
Setidaknya ada tujuh pemain Vietnam dituduh menerima uang sebesar 1,2 miliar rupiah untuk melakukan praktik pengaturan skor.
Laga yang berakhir untuk kemenangan Vietnam dengan skor 1-0 itu membuat striker Vietnam, Pham Van Quyen, dijatuhi hukuman 2 tahun penjara dan 4 tahun dilarang beraktifitas di dunia sepak bola.
2. 22 Pemain Lao Toyota FC dihukum seumur hidup (2017)
Federasi Sepak Bola Asia (AFC), memberikan sanksi berat kepada 22 orang yang terdiri dari pemain dan ofisial Lao Toyota FC pada 2017.
Mereka dinyatakan AFC telah melakukan praktik pengaturan skor shingga Lao Toyota FC menjadi juara Liga Premier Laos 2015 dan terpilih dalam Piala AFC pada dua musim terakhir.
Akhirnya, AFC tidak memberikan toleransi dan menghukum 22 orang yang terdiri dari pemain dan ofisial Lao Toyota FC untuk tidak boleh bermain sepak bola seumur hidup.
3. Pengaturan skor pertandingan di Liga 2 (2018)
Nama Indonesia kembali tercoreng dengan adanya praktik pengaturan skor pada 2018 lalu.
Mantan Komite Eksekutif PSSI, Hidayat, dituduh menawarkan suap 142 juta rupiah kepada pelatih Madura FC supaya mau timnya kalah dari PSS Sleman di Liga 2 2018.
Akhinya Indonesia membentuk Satgas Anti Mafia Bola untuk mendalami kasus tersebut.
Tentu Praktik pengaturan skor dalam dunia sepak bola harus kita berantas bersama supaya menciptakan pertandingan yang sehat dan suporter tidak merasa dihianati.