•
Piala Jenderal Sudirman
Sriwijaya Tanggapi Dingin Kemenangan Atas PBR
Laskar Wong Kito akhirnya menutup kiprah di PJS dengan kemenangan atas PBR melalui perjuangan sulit. SFC unggul 4-3 lewat adu penalti setelah dalam 90 menit bermain imbang 1-1.
Kemenangan SFC atas PBR memang sudah tak berpengaruh lagi untuk SFC. Dengan mengumpulkan 5 poin, otomatis tertutup kemungkinan bagi SFC untuk setidaknya menembus delapan besar lewat peringkat tiga terbaik. Pasalnya, dua tim peringkat tiga di dua grup lainnya sudah mengumpulkan 6
poin. Surabaya United dan Semen Padang menjadi kandidat terkuat lolos ke fase selanjutnya melalui posisi ketiga.
"Ya kita senang tapi memang sudah terlambat. Dapat poin tapi tidak lolos," ungkap Asisten Pelatih SFC, Hendri Susilo usai pertandingan.
Terkait teknis pertandingan, Hendri menjelaskan bahwa timnya bermain dengan sisa-sisa tenaga. PBR dinilai mampu bermain bagus dan terbukti menyulitkan timnya dalam organisasi permainan.
"PBR memberikan perlawanan sulit bagi kami. Mereka sangat sulit ditembus pertahanannya dan bagus di serangan. Kita tak mampu keluar dari tekanan lawan," imbuh Hendri.
Determinasi tinggi dalam serangan pun baru terlihat di pertengahan babak kedua. SFC kemudian membalas dan memaksakan hasil imbang 1-1 lewat gol Yohanis Nabar menit 71, setelah tertinggal lebih dulu oleh gol Gavin Kwan Adsit sejak menit ke-33.
"Kita sempat bangkit dan main dengan karakter tim. Pemain bisa bermain cepat dan leluasa bergerak dalam setiap serangan. Tapi itu sudah terlambat," pungkasnya.