•
Bola Internasional
FIFA: Bicara Sambil Tutup Mulut Bisa Kena Kartu Merah
INDOSPORT.COM - Perubahan penting dalam aturan sepak bola kembali diperkenalkan menjelang Piala Dunia 2026. FIFA bersama International Football Association Board (IFAB) menyetujui sejumlah revisi hukum permainan, termasuk satu aturan yang langsung mencuri perhatian, wasit kini dapat memberikan kartu merah kepada pemain yang menutup mulut saat berbicara di lapangan.
Menutup Mulut Bisa Berujung Kartu Merah
Dalam aturan terbaru, tindakan pemain yang menutup mulut saat berbicara, terutama dalam situasi konfrontasi, akan dianggap mencurigakan jika diduga bertujuan menyembunyikan ucapan yang bersifat kasar, diskriminatif, atau tidak pantas.
Selama ini, tindakan tersebut sering menjadi “zona abu-abu”. Pemain bisa mengatakan apa pun tanpa terlihat jelas, sementara lawan hanya bisa mengklaim tanpa bukti konkret. Situasi ini kerap menyulitkan wasit dalam mengambil keputusan.
Dengan aturan baru, FIFA ingin menghilangkan celah tersebut.
“Jika seorang pemain menutup mulutnya dan mengatakan sesuatu yang berdampak rasis, maka dia harus dikeluarkan,” tegas Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Ia menambahkan, tindakan menutup mulut dianggap sebagai indikasi adanya sesuatu yang ingin disembunyikan.
“Harus ada asumsi bahwa ia mengatakan sesuatu yang tidak pantas. Jika tidak ada yang disembunyikan, mengapa harus menutup mulut? Sesederhana itu,” lanjutnya.
Dipicu Insiden di Liga Champions
Kebijakan ini tidak muncul tanpa alasan. Salah satu pemicunya adalah insiden yang melibatkan Gianluca Prestianni dan Vinicius Junior di ajang Liga Champions pada Maret 2026 lalu.
Peristiwa tersebut kembali membuka diskusi soal komunikasi tersembunyi di lapangan, terutama yang berpotensi mengandung unsur rasisme atau penghinaan.
Walk-Off Juga Bisa Berujung Sanksi Berat
Selain aturan terkait komunikasi, FIFA juga memperketat sikap terhadap aksi walk-off, yakni ketika pemain atau tim meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit.
Langkah ini merupakan respons atas kontroversi di final Africa Cup of Nations (AFCON), yang sempat memicu kekacauan hingga berujung keputusan administratif. Dalam kasus tersebut, hasil pertandingan akhirnya dibatalkan dan kemenangan diberikan kepada tuan rumah Maroko dengan skor 3-0.
Untuk mencegah kejadian serupa, FIFA kini memberikan wewenang kepada wasit untuk mengeluarkan kartu merah kepada pemain atau tim yang memulai aksi walk-off. Bahkan, pertandingan bisa dinyatakan gugur jika tidak dilanjutkan.
Meski aturan baru ini memberi kerangka yang lebih jelas, keputusan akhir tetap berada di tangan wasit. Mereka tetap harus mempertimbangkan konteks, niat, dan situasi di lapangan sebelum menjatuhkan sanksi.
Langkah ini menegaskan komitmen FIFA untuk meningkatkan standar perilaku pemain, terutama di panggung sebesar Piala Dunia.
Kartu Kuning Kembali Direset Dua Kali
Selain aspek disiplin, FIFA juga mengonfirmasi kembalinya sistem “amnesty” kartu kuning dalam dua tahap. Artinya:
- Kartu kuning akan dihapus setelah fase grup
- Kartu kuning kembali direset setelah perempat final
Tujuannya adalah mengurangi jumlah pemain yang absen di laga penting akibat akumulasi kartu, terutama dalam format baru Piala Dunia yang lebih panjang dengan 48 tim peserta.