•
Penonton Terbanyak ke-5 di Dunia, TdS Efektif untuk Promosi
Menpar Arief Yahya menjelaskan, TdS sejak pertama kali diselenggarakan pada 2009, mengalami banyak kemajuan.
Pada 2013, ASO/Amauri Sport Organisation (Official organizer Tour de France) merekomendasi TdS sebagai major race dari kalender dunia balap sepeda Asia, dengan jumlah penonton lebih dari 1 juta atau menduduki peringkat dunia ke-5 balap sepeda internasional dengan jumlah penonton terbanyak.
"Urutan terbanyak adalah Tour de France (12 juta penonton), disusul oleh balap sepeda Giro A Italia (8 juta), Vuelta A Espana (5 juta), Santos Tour Down Under (750 ribu) dan TdS (500 ribu). Dengan menduduki posisi nomor lima terbanyak penonton sedunia," kata Arif Yahya.
"Artinya TdS efektif sebagai sarana promosi dalam rangka meningkatkan kunjungan dan awareness wisatawan juga memberikan direct impact, dan media value yang tinggi," lanjutnya.
Ajang ini akan diikuti 23 tim, terdiri dari 18 tim internasional seperti Malaysia, Singapura, Swiss, Laos, Taiwan, Jepang, Korea, Australia, Iran, Uni Emirat Arab, Filipina, Hongkong, Kenya, serta 5 tim nasional atau total 230 perserta dan ofisial.
Sehingga dampak ekonomi langsungnya akan terjadi pengeluaran untuk akomodasi, transportasi, dan makanan.
"Sisi lain gencarnya pemberitaan TdS 2016 akan memiliki media value yang tinggi," kata Arief Yahya.
Ia juga mengatakan bahwa direct impact dan media value yang tinggi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Kemenpar gencar mendorong kegiatan sport tourism internasional di Tanah Air seperti, TdS, Tour de Banyuwangi Ijen, Tour de Bintan (TdB), dan Tour de Flores (TdF).
Selain itu juga ada Musi Tributon, Jakarta Marathon, maupun sebagi tuan rumah penyelenggaraan ajang olahraga internasional MotoGP 2017 dan Asia Games yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang pada 2018 mendatang.
Juara umum Tour de Singkarak 2015, Arvin Moazemi Gourdarzi (tengah) bersama Amir Zargari (kiri) dan Hossein Askari (kanan) berada di atas podium Tour de Singkarak 2015 di Padang, Sumatera Barat.
Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat launching TdS mengatakan, penyelenggaraan TdS memberikan kontribusi yang besar bagi percepatan pertumbuhan dan pengembangan wilayah dan pengembangan kepariwisataan di Sumbar serta kabupaten kota yang ada di dalamnya.
"Selama 8 tahun terakhir ini pembangunan infrastruktur, sarana prasarana, usaha dan fasilitas pariwisata di berbagai daerah di Sumbar mengalami peningkatan yang pesat," ujar Irwan Prayitno yang sudah memasuki periode keduanya memimpin Sumbar.
"Demikian juga peningkatan arus kunjungan wisatawan yang tahun 2015 lalu sebanyak 6,9 juta wisnus (Wisatawan Nusantara) dan 78.274 wisman (Wisatawan Mancanegara), sedangkan target tahun 2016 ini meningkat 7,4 juta wisnus dan 85 ribu wisman," sambungnya.
Event TdS 2016 masuk dalam kalender balap sepeda tahunan dunia Union Cycliste Internationale (UCI) atau UCI Road Calendar 2016. Event tahunan internasional sport tourism yang digelar oleh Kemenpar bersama Pemerintah Provinsi Sumbar dan 18 Pemerintah Daerah Kabupaten Kota di Sumbar, PB ISSI.
"Tahun ini promotor akan meningkatkan total hadiah menjadi Rp2,5 miliar, sedangkan tahun lalu sebesar Rp2,4 miliar,” pungkas Irwan Prayitno.
Pelaksanaan TdS 2016 akan mengambil start dari Solok dan berakhir di Kota Padang (finish). Sebanyak 23 tim peserta TdS 2016 akan adu kekuatan dengan menjelajahi 8 stage sepanjang 1102,7 km dan menyusuri alam Minangkabau yang memiliki beraneka ragam obyek wisata alam (nature), budaya (culture), dan buatan (manmade) sebagai daya tarik dan keunggulan destinasi pariwisata Sumbar.