Sportainment

Gara-gara Kecanduan Game, 20 Anak di Semarang Alami Gangguan Mental

INDOSPORT.COM – Sebanyak 20 anak-anak di Semarang, Jawa Tengah mengalami gangguan mental usai diduga lantaran kecanduan bermain game.

Melansir dari laman Revivaltv, gangguan mental yang dialami 20 anak tersebut bervariasi, seperti mulai kehilangan fokus berjalan hingga kecenderungan mengurung diri terlalu lama di dalam rumah.

Wakil Direktur RSJD Amino Gondohutomo Semarang, Erlina Rumanti mengatakan bahwa sejak dua bulan terakhir ia telah menerima laporan dari para orangtua yang mengeluhkan anak-anak mereka mengalami perubahan perilaku setelah bermain game online.

“Jadi rata-rata orangtua mengeluh adanya perubahan perilaku anak-anak di lingkungan rumah. Si anak langsung marah tak terkendali dan berontak saat ditegur, beberapa juga mengalami penurunan prestasi dan ini yang dikhawatirkan,” kata Erlina.

Ia juga menambahkan bahwa bermain game lebih dari tiga jam sudah tergolong dalam gejala kecandungan game yang merupakan bagian dari gangguan mental menurut World Health Organization (WHO).

Selain itu, dibeberapa negara seperti India dan Kuwait juga membatasi permainan game eSports yakni PUBG lantaran telah menimbulkan serangkaian masalah seperti bunuh diri dan pembunuhan yang disebabkan oleh video game tersebut.

WHO telah menetapkan bahwa kecanduan game resmi masuk ke kategori penyakit kondisi mental ke dalam 11 Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD-11) pada akhir Mei 2019 lalu.

Perilaku yang ditandai dengan gangguan kontrol atas permainan, peningkatan prioritas yang diberikan untuk bermain game daripada aktivitas lain perlu mendapatkan perhatian dan bimbingan khusus dari lingkungan agar perilaku tersebut tidak menjadi semakin parah.