Dunia baru saja menyambut sang penguasa baru tinju kelas berat, Anthony Joshua. Petinju berusia 27 tahun asal Inggris itu tampil sebagai juara usai menumbangkan petinju gaek, Wladimir Klitschko pada ronde ke-11 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Wembley, London, Minggu (30/04/17).
Di hadapan 90.000 penonton yang memadati Stadion Wembley, Joshua dengan perkasa memukul KO Klitschko. Layaknya Muhammad Ali, karena memang ia dianggap sebagai titisan petinju legendaris berjuluk The Greatest tersebut, Joshua begitu digdaya di atas ring dan banyak pihak yang memprediksi ia bakal menjadi fenomena global baru dalam waktu yang tak lama lagi.
Selepas meraih kemenangan indah atas Klitschko, Joshua disambut bak pahlawan. Ia dipuji sebagai bintang terbesar dalam olahraga Inggris dan dunia tinju. Bahkan, momen bersejarah itu membuat namanya melejit ke jajaran elit olahraga global.
Tak cuma itu saja, ambisi besar pun disiapkan untuk Joshua usai tampil sebagai juara, termasuk rencana ambisius sang manajer untuk mengubah Joshua menjadi fenomena global. Status yang memang sudah lebih dulu diemban Muhammad Ali.
Seperti dikutip dari Reuters, promotor Eddie Hearn membayangkan Joshua yang berhasil mengawinkan gelar juara IBF, WBA, dan IBO di depan 90.000 ribu penonton di Stadion Wembley tersebut, bisa mengikuti jejak Muhammad Ali, terutama membawa bakat istimewanya ke seluruh dunia.
Sebagai informasi, sejak memutuskan memeluk agama Islam pada 1964, Muhammad Ali terus mengukir sederet kemenangan heroik. Dari total 61 pertarungan, Ali berhasil meraih total 56 kemenangan, di antaranya 37 kali menang knock out (KO), dan lima kali menelan kekalahan.
Wladimir Klitschko tampak di bawah kaki Anthony Joshua yang tengah melakukan selebrasi.Sementara Joshua sendiri sukses memperpanjang catatan tak terkalahkannya sebagai petinju profesional setelah menumbangkan Klitschko. Pemuda kelahiran Watford, Inggris itu kini sudah mengemas total 19 kemenangan (seluruhnya KO/TKO) dari 19 pertandingan yang dijalani.
Layaknya Ali yang memenangkan ‘Rumble in the Jungle’ bersama George Foreman di Zaire dan ‘Thrilla in Manila’ melawan Joe Frazier, Eddie Hearn memiliki rencana agar Joshua bisa menaklukkan tempat-tempat baru di China, Timur Tengah, hingga Afrika.
“Seperti para bintang di seluruh dunia, saya mengatakan ‘Jika Anda memenangkan pertarungan ini, maka Anda akan menjadi bintang terbesar dalam olahraga Inggris dan bintang terbesar di dunia tinju’,” kata Eddie Hearn.
“Cara dia menang, semakin mempertegas hal itu kepada saya,” sambung promotor yang juga mengungkapkan bahwa bayaran per pertandingan untuk pertarungan Joshua melebihi bayaran 1,15 juta dolar AS atau setara 15,3 triliun rupiah pada pertarungan abad ini antara Manny Pacquaio dan Floyd Mayweather pada 2015 lalu.
Joshua yang merupakan peraih medali emas kelas berat super di Olimpiade London 2012, sekali lagi membuat pertunjukan hebat bagi televisi, terutama saat ia menunjukkan keberanian untuk mengumpulkan sisa tenaganya untuk bangkit ketika terjatuh di ronde keenam, yang merupakan pertama kalinya ia mencium kanvas dalam karier profesionalnya.
Lalu, petinju kelahiran 15 Oktober 1989 tersebut berhasil bangkit, memanfaatkan waktu untuk memulihkan kesadarannya, dan menemukan momentum sebelum akhirnya berhasil dua kali menjatuhkan Klitschko di ronde ke-11.
Joshua akhirnya memenangkan pertarungan yang memperbaharui rekor pertandingannya dengan memenangkan 19 dari 19 pertarungan dan semuanya diraih dengan KO. Sebuah pencapaian fantastis bagi seorang petinju.
Anthony Joshua mengalahkan Wladimir Klitschko untuk gelar IBF dan WBA di Stadion Wembley.“Namun, ke depannya masih akan ada banyak perbaikan. Dengan menyatukan gelar, saya pikir kita sudah menyelesaikan fase dua dari empat fase dalam karier Joshua,” jelas Hearn.
Tahap ketiga, lanjut Hearn, untuk mempertahankan gelar dengan tampil di seluruh dunia. “Rencananya, bukan hanya terus berjalan dan berjaya di Inggris, namun untuk mengeksplorasi dan mematahkan pasar dan batasan baru,” ungkap Hearn.
“Seperti Timur Tengah, China (saya bisa melihat dia bertarung di Beijing National Stadium atau Stadion Sarang Burung), dan Afrika. Saya ingin pergi ke seluruh dunia bersamanya. (Muhammad) Ali adalah salah satu inspirasi Joshua, dia tahu semua yang sudah dia lakukan,” imbuhnya.
Hearn juga mengungkapkan bahwa dunia tinju Inggris jarang melihat malam seperti itu, seperti saat Joshua mengkandaskan Klitschko di Stadion Wembley. Bahkan sang 'Terminator', Arnold Schwarzenegger, menyaksikan sendiri pertarungan itu di sisi ring. “Ini adalah salah satu pertarungan paling mengasyikkan yang pernah saya lihat,” kata Arnold dalam cuitan Twitter pribadinya.
Bahkan Klitschko yang dikalahkan Joshua, yang sebelumnya mengatakan bahwa ia akan berpikir untuk memutuskan apakah akan melanjutkan untuk bertarung tinju di usia 41 tahun, ikut memuji pertarungan yang melibatkan dirinya tersebut.
“Ini adalah malam yang indah untuk tinju dan para penggemar. Anda mungkin akan terkejut dengan pernyataan saya, tapi saya tidak merasa seperti saya tersesat. Malam ini, kita semua menang,” kata Klitschko secara heroik usai pertarungan dengan Joshua.
Joshua menanggapi santai soal pertanyaan seputar tempat barunya di panggung olahraga global. Petinju bernama lengkap Anthony Oluwafemi Olaseni Joshua itu hanya mengangkat bahu dan mengatakan: “Saya akan membiarkan kalian menikmatinya. Bagaimana perasaanku saat ini? Rasanya seperti yang saya lakukan sebelum saya memenangkan pertarungan ini,” ungkap Joshua.
Anthony Joshua mengalahkan Wladimir Klitschko untuk gelar IBF dan WBA di Stadion Wembley.“Saya adalah juara di luar ring, pertama dan terutama saya adalah orang yang baik, pejuang keluarga, dan saya mencintai kehidupan. Pertarungan itu menyenangkan. Saya tidak bertinju untuk sabuk atau uangnya: Saya hanya menikmatinya,” tegas petinju dengan tinggi badan 198 cm itu.
“Saya senang bahwa, setelah banyak sensasi dan harapan seputar pertarungan ini, ini berjalan dengan baik bersama itu semua,” tutup Joshua.
Masa kejayaan Joshua seperti yang diukir Muhammad Ali di seantero dunia pun tinggal menunggu waktu. Tinggal bagaimana Joshua bisa tampil konsisten di setiap pertandingan dan tetap merendah meski sudah bergelimang gelar juara besar.