Ketua Umum Persatuan Angkat Besi, Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI), Rosan P Roeslani menyebut pihaknya akan terus bekerja keras untuk menjaring atlet-atlet angkat besi muda berbakat. Untuk itu, Rosan telah meningkatkan kejuaraan khusus kelas junior tiap tahunnya.
“Kita mengadakan kejuaraan bertahap dari level SD, SMP, hingga SMA, ada kejuaraannya. Tadinya setahun sekali, saya buat tahun ini dua kali, dan tahun depan tiga kali. Saya ingin kesinambungan dari atlet-atlet kita,” ujar Rosan di sela-sela pembukaan Rakernas PABBSI.

Ketua Umum PABBSI bersama Menpora, Imam Nahrawi, dan Eko Yuli
“Awal tahun ini kita juga mengambil dokter nutrisi khusus untuk memberikan program nutrisi atlet kita, terutama untuk atlet-atlet yang berprestasi,” tambahnya.

Sri Wahyuni dan Eko Yuli, penyumbang medali perak Olimpiade Rio 2016
Sementara itu, lifter angkat besi kelas 62 kg, Eko Yuli Irawan, mengungkapkan jika atlet-atlet muda yang diproyeksikan untuk menjadi penerusnya telah dibina. Namun butuh kerja keras bagi mereka untuk dapat berprestasi hingga level international seperti dirinya.
Eko sendiri telah tiga kali mengikuti ajang Olimpiade, hingga terakhir kali menyumbang medali perak di ajang Olimpiade Rio 2016. Meski begitu Eko berharap tetap dapat berlaga di ajang Olimpiade 2020 mendatang di Jepang.
“Ada atlet-atlet muda penerus saya, cuma memang belum kelihatan saja, semoga tetap bisa terkejar di Olimpiade 2020. Kalau untuk pelatih saya rasa cukup, mungkin nanti kalau ada tambahan pelatih lagi ya tidak masalah,” ujar Eko.