NBL

Garuda Kukar Kuasai Duel Derbi Bandung‏

Resign Ginanjar

|  

Editor Ramadhan

Dari awal pertandingan, aroma persaingan dan sarat gengsi sudah terjadi. Kedua tim tampil habis-habisan guna menjaga nama baik dihadapan pendukungnya sendiri.

Di kuarter pertama, Garuda melesat jauh meninggalkan Bandung Utama. Lewat 2 point jump shot Fadlan Minallah dan Galank Gunawan, Garuda unggul 4-0. Bahkan mereka bisa memimpin pertandingan dengan skor 9-16.

Memasuki kuarter kedua, Bandung Utama mulai bangkit, sedikit demi sedikit mereka bisa menyusul ketertinggalan. Sayangnya, hingga buzzer berbunyi, Garuda tetap memimpin 20-23.

Pertandingan semakin memanas saat memasuki kuarter ketiga. Beberapa upaya dilakukan. Bahkan free throw dari Andre Tiara berhasil menyamakan kedudukan menjadi 27-27 di sisa 1 menit 59 detik. Bukan hanya itu, Bandung Utama sendiri bisa membalikkan skor menjadi 31-29 lewat dua kali free throw Surliyadin.

Petaka di kuarter empat, Garuda justru tampil cemerlang. Mereka menambahkan 19 poin, yang hanya mampu dibalas 5 poin saja oleh Bandung Utama. Garuda memastikan kemenangannya saat buzzer berbunyi. Skor akhir 48-36 menutup laga Derbi Bandung ini.

Pelatih Bandung Utama, Octaviarro Romely Tamtelahitu mengakui jika para pemainnya tampil buruk, alhasil kemenangan pun tak dapat ditorehkan.

“Tapi kali ini saya rasa jauh lebih baik, anak-anak main lebih cerdas. Tapi tembakan 3 angka nyaris tidak ada yang masuk begitu juga dengan free throw, buruk sekali,” ungkapnya saat ditemui seusai pertandingan.

Terkait persiapan menghadapi 2 laga selanjutnya, Romely mengaku tidak memiliki persiapan khusus.

“Tidak ada persiapan khusus. Menjaga kondisi istirahat, nonton video. Dari situ baru mulai evaluasi,” tuturnya.

Sementara itu, pelatih Garuda Kukar Bandung, Tjetjep Firmansyah mengatakan kemenangan itu tak membuatnya merasa puas. Sebab beberapa kesalahan masih dilakukan.

“Secara keseluruhan mereka memang tidak panik, tapi mental yang masih kurang. Makanya seri Bandung ini kita lebih ke latihan mental apalagi melawan tim-tim besar. Tapi target sudah cukup lah. Ini gengsi, kayak Persija lawan Persib. Disana juga begitu. Kemarin saya sudah bilang, siapa yang kuat mental itu yang menang,” tandasnya