CLS Knights Juara Ketiga NBL Indonesia 2014-15

Resign Yohanes Ishak

|  

Editor Gema Trisna Yudha

Sejak tip-off quarter pertama, kedua tim sama-sama menampilkan permainan cepat dan keras meski tak jarang melakukan kesalahan. Quarter pertama menjadi milik Stadium Jakarta dengan skor 20-16.

Pada quarter kedua, baik CLS maupun Stadium masih tetap tampil ngotot dan saling menunjukkan semangat pantang menyerah, berbagai spekulasi dilakukan mereka untuk menambahkan tiga angka. Hampir sepuluh menit di quarter kedua ini dikuasai oleh Stadium Jakarta.

Melihat timnya terus ditekan, pelatih CLS, Kim Dong Won, memasukkan Rachmad Utomo. Upaya ini cukup membuahkan hasil, dengan mempertipis selisih skor menjadi satu angka. 30-29 masih untuk anak-anak Jakarta, sejauh ini Valentino Wuwungan sukses mencetak 12 angka untuk Stadium.

Memasuki quarter ketiga, Pasukan CLS seperti mendapat suntikan dari pelatih Kim Dong Won. Sejak tip-off, mereka terus menggencarkan serangan dan tidak memberikan celah bagi Stadium yang ditangani oleh Andre Yuwadi. Baru dua menit berselang di quarter ketiga, CLS sudah mampu membalikkan keadaan.

Kapten Mario Wuysang sukses mengatur skema penyerangan sehingga membuat anak-anak Jakarta cukup kerepotan. Berkali-kali, CLS Knights sukses melakukan turn over memanfaatkan serangan balik. Meski mendapat serangan bertubi-tubi, Stadium yang disebut-sebut sebagai tim kuda hitam musim ini tetap tak mau menyerah. Empat menit menjelang quarter tiga berakhir mereka mampu mengejar ketertinggalan. 

Menjelang akhir quarter ketiga, pertandingan kembali memanas dimana dua tim yang ingin menempati posisi ketiga ini mulai menunjukkan balas-balasan angka sehingga membuat suasana lapangan bergemuruh. Hasil akhir menjadi milik CLS dengan skor 49-42.

Pada quarter keempat, meski menurunkan tempo permainan,  anak-anak CLS masih menguasai jalannya pertandingan. Sedangkan tim kuda hitam belum menunjukkan rasa menyerah, berkali-kali mereka dengan sabar mengikuti ritme permainan sembari berusaha melakukan turn over dari para pemain CLS Knights.

Alih-alih ingin mengejar angka, tim asal Jakarta ini justru melakukan banyak kesalahan dan Mario Wuysang dapat dikatakan sebagai man of the match dalam laga ini. Selain mampu bermain tenang dan menjadi otak serangan timnya, mantan pemain Aspac Jakarta ini juga telah mencetak 34 angka. Dengan skor akhir 67-50, CLS Knights Surabaya berhasil menempati juara tiga  NBL Indonesia musim 2014-15.