Garuda Bandung sebenarnya mendominasi pertandingan di dua kuarter awal. Wendha Wijaya dan kawan - kawan mampu melampaui perolehan angka lawannya di babak pertama ini.
Kuarter pertama sebenarnya CLS tidak tampil dalam performa terbaik mereka. Justru Garuda yang mengambil momentum dengan melakukan start yang bagus untuk meladeni lawannya.
Wendha Wijaya sang jenderal lapangan, berhasil mengatur irama permainan Garuda. Mereka unggul 14-8 di kuarter pembuka.
Wendha Wijaya kembali memperlihatkan kualitasnya sebagai leader di dalam tim besutan Fictor Roring ini. Delapan angka tambahan mampu disumbangkan eks Satria Muda ini untuk mengunci kemenangan sementara Garuda atas CLS 33-22.
CLS mulai bertransformasi dengan permainan transisi cepat yang menjadi ciri khas pola permainan mereka. tim asal Surabaya ini bangkit pada kuarter ketiga ini, sekaligus memperkecil margin ketertinggalan mereka 49-45.
Di sisa waktu enam menit terakhir, CLS Akhirnya unggul untuk pertama kalinya di kuarter keempat (53-51). Sisa menit selanjutnya Mario Wuysang cs akhirnya berhasil menjaga momentum kemenangan untuk tim kebanggan kota Surabaya ini.
Mario Wuysang memimpin CLS Knights unggul atas Garuda Bandung di Seri IV IBL.
"Setelah unggul di kuarter keempat, saya masukan kembali para pemain yang bisa menjaga tempo permainan, saya juga apresiasi kepada pemain bench saya, yang mulai menunjukkan grafik permainan yang meningkat.” Kata Wahyu Widayat Jati pelatih CLS Knights Surabaya.
“Kekalahan ini normal, karena kami melawan CLS tim terkuat di liga IBL. Kendala kami terjadi pada kuarter ketiga, karena galang foul trouble. Hal ini dimanfaatkan lawan untuk bisa leluasa di area pertahanan kami," ujar pelatih Garuda Bandung FIctor Roring.
Hasil ini membuat CLS berhasil mengoleksi 34 angka dari hasil 16 kemenangan. Sementara Garuda Bandung mengumpulkan 32 angka dan sudah menderita empat kali kekalahan.