Meski sempat melakukan kesalahan dalam melakukan service, namun Maria Febe Kusumastuti mampu membalas sehingga berhasil mengunci kemenangan pada game pertama dengan skor 21-17.
Sementara di game kedua, Febe dengan mudah mengatasi perlawanan Yip dengan skor 21-4 sekaligus memastikan langkah tunggal putri Indonesia pertama yang lolos ke babak delapan besar Indonesia Open 2015.
Menanggapi keberhasilannya mengalahkan tunggal putri Hong Kong, Yip Pui Yin, Maria Febe mengaku tampil semangat karena mendapat dukungan dari penonton yang datang ke Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Namun, Maria Febe menambahkan, jika dia kalah dari lawannya terutama jika bermain di Indonesia, maka tidak akan mendapat dukungan penonton. Bahkan pebulutangkis Indonesia yang tidak berprestasi justru akan mendapat cibiran.
"Saya berharap tim dan seluruh suporter terus mendukung apa pun yang terjadi. Sangat disayangkan jika atlet mengalami kekalahan tidak lagi mendapat dukungan untuk mengembalikan mental," kata Maria Febe seperti dikutip dari Antara.
"Tetapi kadang-kadang kalau kalah tidak didukung lagi, beda sama pemain di luar negeri, apalagi sekarang tampil di kandang sendiri dan mental sangat berpengaruh," sambung Maria Febe.
Oleh karena itu, ketika melawan Yip Pui Yin, yang sedikit lebih diunggulkan, Maria Febe tampil habis-habisan. Dan kini pebulutangkis kelahiran Boyolali 25 tahun silam itu berharap bisa melangkah ke tahap semifinal, lalu final, dan bahkan juara.
Pada babak perempatfinal Maria Febe akan melawan pemenang dari duel sesama atlet Jepang, yakni Yui Hashimoto melawan Minatsu Mitani.