BCA Indonesia Open Super Series Premier 2015

Bekuk Wakil Tiongkok, Nitya/Greysia ke Babak Final‏

Dengan kemenangan ini, Nitya/Greysia menjadi wakil Indonesia pertama di babak final setelah sebelumnya, ganda campuran unggulan Indonesia, Tontowi/Liliyana harus tersingkir setelah dikalahkan Zhang Nan/Zhao Yunlei.

Mengomentari kemenangan ini, Greysia mengatakan bahwa motivasi dan rasa percaya diri mereka dapatkan setelah kemenangan di Asian Games 2014.

"Ini belum berakhir, kita mau mempersiapkan lagi untuk besok (final). Kita mendapatkan motivasi dan kepercayaan diri berkat kemenangan di Asian Games kemarin. Ke depannya kita ingin lebih konsisten saja dalam permainan," kata Greysia seusai pertandingan.

Sempat unggul terlebih dulu di gim pertama, Nitya/Greysia harus kehilangan gim pertama dengan kedudukan 22-20. Terkait hal tersebut, Greysia mengatakan bahwa dia dan Nitya terlalu terburu-buru ingin memenangkan pertandingan.

"Gim pertama kita bisa unggul lebih dulu, tapi belum berhasil menang. Pengontrolan diri ingin buru-buru menang, kita ngerasa kurang bisa ngontrol karena ngelihat lawan terus ngejar poin," tambah Greysia.

Berhasil merebut gim kedua dan ketiga, pola serangan yang dilakukan Nitya/Greysia juga berubah. Hal tersebut didapatkannya setelah mendapatkan instruksi dari pelatih yang menyarankan agar serangan lebih difokuskan kepada Zhong Qianxin.

"Pelatih menyarankan buat nyerang Zhong, dan kita juga berusaha untuk narik Yu Yang ke belakang, karena serangan Yu Yang juga kurang begitu keras," jelas Nitya setelah berhasil merebut gim kedua dan ketiga.

Di babak final, Nitya/Greysia akan disambut oleh ganda Tiongkok lainnya Tang Jinhua/Tian Qing yang lolos setelah mengalahkan kompatriot mereka Ma Jin/Tang Yuanting. Bersiap menghadapi wakil Tingkok lainnya, Nitya mengatakan bahwa mereka akan lebih siap setelah mempelajari kekalahan sebelumnya di Australia Open.

"Besok kita akan lebih siap lagi, kita sebelumnya juga sudah bertemu di Australia (Open). Kita juga sudah mempelajari hasil kemarin. Kalau untuk strategi mungkin hampir sama ya kayak tadi, soalnya rata-rata permainan China hampir sama semua," sambung Nitya.