Momen kebangkitan Linda terjadi di set kedua ketika dia tertinggal 15-20 hingga akhirnya membalikan keadaan menjadi 22-20. Berhasil membalikan keadaan di set kedua, Linda merasa bahwa ini adalah kesempatan kedua untuk merebut tempat di partai semi-final.
"Saya bersyukur sekali, tadi saya juga ketinggalan 15-20 (set kedua), gak mikirin menang atau kalah, cuma mikir poin satu demi satu sampai akhirnya bisa balikin keadaan (22-20)," ungkap Linda dengan berlinang air mata.
Linda mampu bangkit di set kedua setelah melihat lawannya sedikit mengendurkan tekanan pada saat perolehan poin 15-18. Namun Linda tetap fokus dan mencoba bermain sabar.
"Poin 15-18 dia sudah kelihatan nyantai, tapi gimana caranya saya gak boleh terburu-buru harus tetap tenang di poin-poin tadi. Pas ngejar dari poin 18, sana keliatan mau nyerang, tapi saya coba sabar dan gak boleh eror," sambungnya.
Memasuki set penentu, Linda mendapatkan 'wejangan' khusus dari pelatih. Dimana pelatihnya mengatakan bahwa ini adalah kesempatan keduanya untuk dapat memenangkan pertandingan.
"Set ketiga saya dikasih tahu sama pelatih, ini kesempatan kedua saya jadi harus di maksimalkan. Jadi set ketiga saya gunakan untuk membalikan keadaan," tukasnya lagi.
Setelah 14 tahun, Lindaweni akhirnya menjadi wakil Indonesia pertama di nomor tunggal putri yang mampu menembus babak semi-final kejuaraan dunia bulu tangkis. Berhasil menembus babak semi-final dengan mengalahkan para pemain unggulan, Linda menganggap bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk dikalahkan.
"Percaya gak percaya (masuk semi-final), apalagi tunggal putri gak ditargetkan apapun, yang penting fokus per-match. Tunggal putri di Indonesia sendiri sebenarnya hampir sama (dengan Tingkok dan yang lain). Yang membedakan kita, berani apa tidak. Jangan pernah takut, tidak ada lawan yang bisa dikalahkan," tandas satu-satunya tunggal putri Indonesia yang mempunyai tempat di semi-final Total BWF World Championship 2015.