Owi/Butet kalah dua game langsung 16-21 dan 15-21 dalam waktu 41 menit.
“Sebenarnya kami tadi ada peluang, cuma ya itu tadi, ketika sudah bisa leading kesusulnya gampang karena error. Kadang-kadang kami sudah menemukan pola permainan yang enak, tapi tiba-tiba bisa berubah sendiri, malah terbawa permainan lawan. Terutama bagian belakang, Owi beberapa kali sempat terpancing sama permainan lawan,” ungkap Liliyana seperti dilansir laman resmi PBSI.
Tertinggal di game pertama, Tontowi/Liliyana mencoba membalikkan keadaan di game kedua. Sayang, meski sempat unggul 8-5 dan 13-10, Tontowi/Liliyana akhirnya masih harus mengakui keunggulan Zhang/Zhao.
“Apalagi di game kedua, semakin banyak error. Kami sudah leading 13-10, tapi kehilangan poinnya mudah banget. Dan setelah posisi 15 sama, error di lapangan semakin banyak,” lanjut Liliyana.
Tontowi/Liliyana dan Zhang/Nan sebelumnya sudah enam belas kali berhadapan. Hingga kini, duet Zhang/Zhao masih unggul dengan 11-5 pada rekor pertemuan mereka. Zhang/Zhao juga mencatat kemenangan beruntun dari enam kali pertemuan terakhirnya.
“Beberapa kali pertemuan terakhir kami kalah dari mereka. Jadi di lapangan kadang ada pengaruhnya sedikit dari pikiran kami,” pungkas Liliyana.