Jam%20Terbang%20Tinggi

Di masa muda ini, Praveen terhitung cukup beruntung, karena dirinya memiliki banyak jam terbang. Beda dengan para pemain muda saat ini.

Praveen terhitung sangat sering mendapat kesempatan tampil di berbagai turnamen bergengsi. Kesempatan tersebut ia dapat ketika masih berpasangan dengan pemain senior, Vita Marissa. Bersama Vita, Jordan berhasil menjuarai beberapa gelar seperti Selandia Baru Grand Prix, Malaysia Grand Prix Gold dan Indonesia Grand Prix Gold, yang saat itu mengalahkan unggulan pertama Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Atas progres yang ditunjukan, Praveen akhirnya dipanggil masuk Pelatnas Cipayung pada 2014. Di pelatnas Praveen dipasangkan oleh Debby Susanto dengan beberapa raihan prestasi seperti medali perunggu Asian Games 2014, medali emas Sea Games 2015 hingga gelar All England 2016.

Kini Praveen Jordan bersama Debby susanto akan menjadi salah satu andalan ganda campuran Indonesia di Olimpiade 2016 selain pasangan senior Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Jika Praveen/Debby bisa tampil konsisten dan terus mengasah kemampuan, tidak mustahil pasangan ini dapat mengejutkan dengan meraih medali emas di Brazil nanti.