Menurut Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rexy Mainaky, prestasi buruk sektor putra dan putri di ajang internasional akan coba diperbaiki di Indonesia Open tahun ini. Dalam ajang yang menawarkan hadiah US$900 ribu itu.
"Persaingan dengan negara-negara lain seperti China, Korea dan Thailand di Indonesia Open. Itu menjadi PR kami agar pemain tunggal putri seperti Fitriani, Hanna, dan Gregori dapat mempush rekan-rekannya yang lain di Indonesia Open tahun ini," ujar Rexy di sela-sela jumpa pers BCA Indonesia Open Superseries 2016.

Hanna Ramadini dan rekan-rekannya di nomor tunggal putri belum mampu tampil maksimal saat tampil di rumah sendiri.
Tak hanya sektor tunggal putri, tunggal putra Indonesia juga tak mampu berbuat banyak di ajang Indonesia Terbuka beberapa tahun terakhir. Gelar juara tunggal putra terakhir kali berhasil digenggam Simon Santoso pada 2012 silam.
"Kami tentunya tak ingin hanya sampai di babak pertama saja apalagi bermain di rumah sendiri," tambah Rexy.

Jonatan Christie dan pemain tunggal putra lainnya diharapkan dapat bicara banyak di pentas Indonesia Terbuka.
"Untuk sektor putra kalo saya lihat Jonatan Christie sudah mulai dewasa cara berpikirnya dan kalau kita bicara sudah ada rasa confident yang dia miliki. Begitu juga dengan Anthony Ginting dan Ihsan, jadi semoga saja mereka bisa minimal masuk 8 besar. Itu jadi harapan semua orang," lanjutnya.
Di sektor tunggal putra, deretan nama seperti nama Jan O Jorgensen, Lee Chong Wei, Chen Long, Lin Dan, Tommy Sugiarto difavoritkan menjadi juata di ajang Indonesia Open 2016. Namun deretan pemain muda seperti Jonatan Christie, Anthony Ginting, dan ihsan Maulana Mustofa juga akan memeriahkan persaingan.