Terlalu Percaya Diri Jadi Penyebab Rusaknya Penampilan Tim Uber

Editor Irfan Fikri

Laga Tiara Rosalia Nuraidah/Anggia Shitta Awanda kontra pasangan Thailand berlangsung seru. Kedua pasangan muda ini diawali dengan kemenangan Tiara/Anggia dengan skor 21-14.

Namun pasangan Thailand membalas di game kedua, 21-17. Diwarnai adu setting, game penentuan berlangsung alot, satu demi satu poin diperebutkan dengan reli panjang dan jatuh bangun.

 Tiara/Anggia yang tak dapat memanfaatkan dua momen match point, terpaksa menyerahkan kemenangan pada Kittiharakul/Prajongjai dengan skor akhir 22-24.

“Pada game pertama, Tiara/Anggia cukup mudah mendapat kemenangan. Di awal game kedua bahkan masih memegang kendali permainan. Di sini mungkin ada sedikit overconfidence yang membuat strategi dan pola main jadi berubah,” ujar Eng Hian, Kepala Pelatih Tunggal Putri.

“Saya lihat Anggia tidak bisa mengontrol emosi. Sudah mendapatkan poin dengan mudah, lalu overconfidence dan lawan malah siap. Tiara/Anggia tidak siap dengan perubahan ini,” tegasnya lagi.

Menurut Eng Hiang, seharusnya saat poin-poin kritis yang berperan adalah faktor non teknis sehingga harus ada keberanian untuk melakukan sesuatu. Namun pasangan Thailand justru yang lebih siap mengubah strategi.

“Saya tekankan ke Anggia untuk lebih konsisten jaga emosi jangan sampai jadi bumerang. Padahal waktu berpasangan dengan Greysia (Polii), dia bisa mengimbangi kemampuan seniornya,” tegasnya.

 Dengan hasil ini, maka Indonesia menjadi runner up grup C. Peringkat ketiga dan keempat masing-masing ditempati Hong Kong dan Bulgaria.
 
Berikut hasil pertandingan Tim Uber Indonesia vs Thailand (2-3) :
 
Maria Febe Kusumastuti vs Ratchanok Intanon 21-14, 21-14
Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari vs Sapsiree Taerattanachai/Puttita Supajirakul 21-14, 21-14
Hanna Ramadini vs Busanan Ongbumrungphan 8-21, 11-21
Tiara Rosalia Nuraidah/Anggia Shitta Awanda vs Jongkolphan Kittiharakul/Rawinda Prajongjai 21-14, 17-21, 22-24
Gregoria Mariska vs Nitchaon Jindapol 13-21, 21-14, 22-20