'Perang' Argumen Medis di Kasus Cedera Bellaetrix

Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Bellaetrix Manupputy memang akhirnya harus naik meja operasi. Dia harus menjalankan operasi karena menderita cedera lutut yang sudah berkepanjangan.

Operasi ini sendiri memang harus dilakukan setelah melakukan pengecekan MRI diketahui bahwa otot ligamen lutut Bella sobek. Hal ini seperti diutarakan oleh Dr. Bobby N. Nelwan, Sp.OT.

"Dalam kasus Bella ini terdapat instabilator yang disebabkan oleh putusnya ACL atau ligamen. Serta sudah terdapat luka penyerta. Sehingga satu-satunya cara bila ligamen putus adalah dengan rekonstruksi (operasi)," jelas Dr. Bobby N. Nelwan, Sp.OT. saat ditemui di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Bella sendiri bukan tidak pernah meminta operasi kala dirinya masih berkonsultasi dengan dokter di Pelatnas PBSI. Namun dokter PBSI menilai bahwa cedera Bella bisa dengan program Therapy yang dianjurkan oleh PBSI.

"Excerchise Terapy itu memang sembuh. Tapi dia tidak bisa memperbaiki ligamen yang sudah rusak. Mau di suntik sampai satu drum pun tak akan balik. Pasti bila geser akan merasa sakit lagi," jelas Dokter Bobby.

"Makanya mau kaya bagaimana kalau tidak dioperasi pasti sakit lagi. Nah ini siapa yang frustasi, Bella sebagai pasien atau dokternya yang frustasi,"

Namun saat ditanya apakah kesalahan diagnosa serta  langkah yang diambil dokter PBSI dengan tidak segera melakukan operasi adalah tindakan yang salah. "Saya tidak bilang seperti itu. Kalian simpulkan sendiri saja," tutup Dokter Bobby.

Sebelumnya, PBSI lewat dr. Michael Triangto beberapa waktu lalu menyebut bahwa Bella tidak menjalani program Exercise Therapy secara tuntas. Hal tersebut yang membuat cedera Bella tak kunjung sembuh. 

"Di sini saya melihat sepertinya ada masalah dalam dirinya. Untuk itu saya sarankan Bella menemui psikiater, dengan tujuan memperkuat komitmen dan rasa percaya dirinya untuk bisa sembuh total,” jelas dr. Michael.