Indonesia memang berhasil mengembalikan kejayaan dengan merengkuh medali emas dari cabang bulutangkis di Olimpiade Rio beberapa waktu lalu. Medali emas tersebut datang dari pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.
Keberhasilan pasangan yang kerap disapa Owi/Butet ini disambut dengan penuh bangga. Sebab, raihan tradisi emas dari cabang bulutangkis sempat terhenti di Olimpiade London 2012.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir saat setibanya di bandara.
Namun bagi Roy, keberhasilan ini merupakan buah kerja keras pengurus PBSI. Mereka sangat berambisi mengembalikan kejayaan tersebut di Olimpiade Brasil.
"Saya rasa ini semua lebih ke peranan Ketua PBSI, Gita Wiryawan. Sebab yang saya tahu persis dia sangat concern dalam mengembalikan emas dalam cabor (cabang olahraga) bulutangkis ini," ucap Roy ketika dihubungi INDOSPORT.
"Jadi Menpora saat ini seharusnya bersyukur. Karena di eranya dia Indonesia kembali melanjutkan tradisi emas di Olimpiade," lanjutnya.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo.
Bagi pria yang juga seorang politisi Partai Demokrat ini, ia juga berhasrat mengembalikan kejayaan tersebut saat dirinya menjabat sebagai Menpora. Sayang saat ia menjabat, kesempatan tersebut tidak datang.
"Patut diketahui, di saat saya menjabat sebagai Menpora (15 Januari 2013-20 Oktober 2014) tidak ada Olimpiade. Jadi tidak mungkin mengulang tradisi emas tersebut. Tapi, Alhamdulillah saat periode itu Indonesia juara umum ISG dan Asean ParaGames," tutupnya.