Thailand Open 2016

Dinar Kalah, Tunggal Putri Indonesia Tanpa Wakil di Semifinal

Perjalanan Dinar Dyah Ayustine dalam ajang Thailand Open Grand Prix Gold 2016 terhenti. Pebulutangkis asal Jawa Tengah tersebut harus mengakui keunggulan Nitchaon Jindapol usai kalah dua set langsung, 12-21, 15-21, di babak perempatfinal.

Pada perebutan tiket semifinal tunggal putri yang berlangsung di National Stadium, Bangkok, tersebut, Dinar dinilai gagal menunjukkan penampilan terbaiknya. Atlet berusai 22 tahun itu sering gagal mengantisipasi bola pengembalian yang dikirim lawannya.

Hasil berbeda ditorehkan oleh tunggal putra Indonesia, Sony Dwi Kuncoro. Pebulutangkis berusia 32 tahun tersebut berhasil melaju ke babak semifinal usai mengalahkan wakil Thailand, Pannawit Thongnuam, dua set langsung dengan skor 24-22 dan 21-13.


Sony Dwi Kuncoro menjadi satu-satunya tunggal putra wakil Indonesia yang tersisa

Sempat memimpin pada awal set kedua, Dinar gagal mempertahankan keunggulan akibat tidak mampu meladeni permainan cepat yang Jindapol. Hal tersebut membuat pebulutangkis tuan rumah mendapat kemudahan untuk menutup set kedua dengan kemenangan.

“Saya terus dikontrol oleh lawan, dia menerapkan pola permainan cepat. Saya sudah mencoba untuk memperlambat tempo permainan, tetapi gagal dan membuat kesalahan-kesalahan sendiri,” jelas Dinar usai pertandingan.

“Di pertandingan ini saya kurang sabar. Saya seharusnya tidak terburu-buru dan berusaha terus untuk menjaga tempo."


Dinar kalah akibat bermain kurang sabar

Dinar memang punya catatan rekor pertemuan yang kurang bagus melawan Jindapol. Dalam kejuaraan Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2016 pada Juni lalu, perempuan yang deman menyantap cumi goreng tepung tersebut juga takluk dengan skor 12-21, 10-21.

“Saya masih belum puas dengan hasil di turnamen ini karena merasa penampilan saya di perempat final kurang maksimal. Seharusnya saya bisa tampil lebih baik. Sekarang saya ingin mempersiapkan diri ke Chinese Taipei Grand Prix 2016,” ujar Dinar.

Dengan kekalahan Dinar, maka tunggal putri Indonesia gagal mengirim wakil ke semifinal. Dina menyusul tiga rekannya, Hanna Ramadini, Fitriani dan Ruselli Hartawan, yang sudah takluk terlebih dahulu di babak sebelumnya.