Ihsan bermain selama 71 menit. Ia kalah setelah menyelesaikan pertandingan tiga game, dengan skor 13-21, 21-17 dan 17-21.
"Pertama-tama saya ingin bersyukur dulu dengan hasil yang sudah saya peroleh hari ini. Meski kalah, saya sudah cukup puas dengan penampilan saya," kata Ihsan kepada badmintonindonesia.org.
"Saya bisa all out mengeluarkan semua senjata saya. Ini bisa menjadi pelajaran tersendiri buat saya, dan menambah rasa percaya diri untuk turnamen berikutnya," jelasnya.

Kedua pemain ini sudah pernah berhadapan dua kali. Dimana Ihsan belum pernah memperoleh kemenangan. Pertama kali di Korea Open 2015, Ihsan kalah 17-21 dan 10-21. Kemudian di Macau Open 2015, Ihsan juga kalah dengan 18-21 dan 17-21.
"Sebelumnya dua kali ketemu selalu kalah straight game. Hari ini saya bisa menahan rubber game. Berarti saya sudah ada kemajuan dari yang sebelumnya," tambah ia.
"Mudah-mudahan besok-besok kalau ketemu lagi, bisa menang. Saya sudah punya bekal dan catatan khusus tentang lawan," pungkasnya.
Selesai dari French Open 2016, Ihsan kini akan mempersiapkan diri untuk mengikuti pertandingan berikutnya. Ihsan direncanakan akan turun pada Bitburger Badminton Open 2016, di Jerman pekan depan.