Strategi

SFC datang dengan kekuatan penuh. Hilangnya Yu Hyun Koo di lini tengah akan digantikan Syaiful Indra Cahya yang bakal berduet dengan Asri Akbar untuk melapisi lini pertahanan.

Bergabungnya Osas Saha pun menjadi solusi jitu bagi SFC terhadap tiadanya sosok target man handal di lini depan. Pasalnya, Patrich Wanggai menjadi pemain tak tergantikan dan terlibat secara penuh dalam delapan pertandingan di Piala Presiden lalu. Hal ini karena tidak ada lagi pilihan pemain bagi Benny Dolo di sektor penyerangan. Saha kemungkinan besar menjadi striker tunggal, dengan dukungan Patrich Wanggai sebagai penyerang lubang. Keduanya bahkan mungkin dimainkan sebagai duet ujung tombak, dengan dukungan winger cepat dengan insting tajam seperti Taoluhu Abdul Musafry dan Titus Bonai.

Di kubu GU, absennya F.X Yanuar akan ditutupi oleh Sumardi untuk menemani Ahmad Faris. Lini tengah GU pun sepertinya tetap mengandalkan dua gelandang tangguh yaitu Bima Sakti dan Ade Suhendra sebagai pengalir bola ke sektor penyerangan. Belum lagi ada Fitra Ridwan yang bermain cemerlang di Piala Presiden lalu. Kreatifitas dan kelincahannya sangat dibutuhkan GU yang mencoba menguatkan lini tengah.

Sementara urusan gol, Qischil Gandrum Minny menjadi nama terdepan untuk mengisi trio striker yang diterapkan Widodo Cahyono Putro. Eks bomber Persik Kediri tersebut mempunyai tenaga kuat dalam berduel maupun memiliki dribel menawan. 

Halaman 2