Rasa optimis tinggi kini memang dimiliki kontingen Tim National Paralympic Committe (NPC) Indonesia yang akan berlaga di ajang ASEAN Para Games (APG), di Singapura, 3-9 Desember mendatang. Target untuk keluar sebagai juara umum juga telah dicanangkan, seperti saat berhasil meraih ajang serupa di Myanmar tahun kemarin.
Untuk mewujudkan ambisi itu, sebanyak 200 atlet berangkat dari bandara Adi Soemarmo Solo menuju ke Singapura. Terlepas dari semua itu, Presiden NPC Indonesia Senny Marbun tetap mewaspadai faktor non-teknis. Pasalnya, ada sejumlah nomor pendulang emas yang hilang dari ajang tersebut. Terlebih lagi, informasi tersebut didapatkan beberapa hari sebelum ajang dimulai.
"Di cabor (cabang olahraga) renang total enam nomor dihapus oleh pantia penyelenggaraan. Jika dikalkulasi ada 16 medali emas hangus, padahal jadi cabor andalan. Kami curiga ini bagian skenario menjegal Indonesia mempertahankan juara umum," ungkap Senny kepada wartawan.
Tak cukup sampai di situ. Senny memastikan kontingennya juga dirugikan dengan hilangnya tiga nomor di cabor tenis meja, serta tujuh di atletik. Penghapusan nomor tersebut diklaim pihak penyelenggara atas aturan dari Komite Paralimpiade Dunia atau International Paralympic Committee (IPC).
"Kita tinggal mengharapakan ijin dari Tuhan. Karena di atas kertas masih ada peluang untuk juara umum. Toh negara lain juga merasakan dampak penyusutan beberapa nomor,” tegas Senny.