Meski mengalami pembullyan, namun tak sedikit pula yang membela An San. Begitu perundungan itu menyebar, pendukung sang atlet langsung merespons dengan membanjiri kolom komentar Federasi Panahan Korea Selatan.
Mereka menuntut supaya federasi melindungi An San dengan mencetuskan tagar #women_shortcut_campaign. Kini tagar tersebut menjadi viral di Twitter.
Pihak federasi juga merilis pernyataan dan meminta supaya warganet tidak memberi komentar kontroversial kepada An San.
Kejadian serupa rupanya tak hanya dialami An San. Anggota tim bola voli maupun ari rifle putri juga mengalami perundungan serupa selama Olimpiade Tokyo 2021.
Lee Wonjae, profesor di Korea Advanced Institute of Science and Technology berujar, figur terkenal sering menjadi sasaran oleh anti-feminis di Korea Selatan.
"An menjadi sorotan karena prestasinya di Olimpiade," ujar Lee yang merupakan guru besar analisis jaringan sosial tersebut.