Ditemui seusai bertemu dengan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Alfitra Salamm di kantor Kemenpora, Tinton menjelaskan pertemuan hari ini adalah untuk melaporkan perkembangan apa saja yang telah terjadi.
Tinton Juga berharap bahwa payung hukum mengenai penyelenggaraan MotoGP 2017 segera keluar.
“Yang dibutuhkan payung hukum, payung hukum antar Kementerian itu mengkerucut-mengkerucut, sangat luar biasa. Tadi saya ketemu sama pak Sesmen (Alfitra Salamm) habis itu pak Gatot (Dewa Broto), kami melaporkan supaya lebih mengkerucut, karena selama ini sepenggal-sepenggal,” jelas Tinton.
Berharap segera terbit Payung Hukum, Tinton mengatakan setidaknya di bulan ini payung hukum sudah mereka kantongi. Apalagi kedepannya akan banyak libur nasional, dan beberapa lembaga terkait juga pasti tidak akan aktif.
“Selambat-lambatnya ya bulan desember ini, karena kedepannya banyak libur. Saya cuma perlu payung hukum, kayak ayam sama telor,” jelasnya.
“Saya berdoa supaya semua instansi ikut mendukung karena ini kepentingan NKRI, bukan kepentingan Sentul pribadi,” harap Tinton mengenai kepastian keluarnya Payung Hukum.
Apalagi pihak Sentul sendiri sudah memberikan peta topografi Sentul kepada Hermann Tilke untuk segera men-design Sirkuit Sentul agar layak sesuai kualifikasi yang diinginkan oleh Dorna selaku penyelenggara MotoGP.
“Hasil topografinya tadi malam sudah kita kirim ke Hermann Tilke, tadi Tilke telfon saya bisa di cek, ada email segala macam. Dia bilang ‘good job, well done’ kerjaan kamu bagus. Dia terima, dengan dasar itu dia nagih ke saya untuk nge-design,” sambung pria 71 tahun ini.