INDOSPORT.COM - Juara dunia MotoGP 2020, Joan Mir harus mengalami nasib sial di seri pembuka MotoGP 2021 yang berlangsung di Sirkuit Losail, Qatar, pada Senin (28/03/2021) dinihari WIB.
Sepanjan balapan, Joan Mir tampil impresif dan berpeluang besar mengakhir lomba dengan naik podium. Hal itu bisa dilihat dari semangat juang Mir yang harus start darli posisi bawah, mampu melesat ke posisi depan.
Namun sayangnya, pembalap 23 tahun itu gagal menyentuh garis finis di detik-detik terakhir karena disalip oleh dua pembalap Ducati, Johann Zarco dan Francesco Bagnaia.
It looked as though @JoanMirOfficial had P2 wrapped up! ð
— MotoGP™ð (@MotoGP) March 28, 2021
But a late mistake and Ducati power changed everything! ð²#QatarGP ð¶ð¦ pic.twitter.com/TXF4fA5ZrU
“Memang benar saya memiliki banyak momentum. Saya sudah melihat garis finis, tapi jaraknya tidak cukup untuk melawan dua pebalap Ducati yang sangat marah di belakang saya,” ujar Mir dikutip dari Speedweek, Senin (29/3/2021).
Alhasil pembalap Suzuki itu harus berjiwa besar merelakan podium pertamanya musim ini kepada dua pembalap Ducati tersebut, karena hanya finis di posisi keempat di GP Qatar musim 2021 ini.
Meski demikian, Mir terlihat santai menanggapi hasil MotoGP Qatar 2021 dengan tetap positif.
“Akhirnya saya menemukan sensasi musim lalu dengan motor. Saya butuh waktu, mungkin sedikit terlalu banyak, tetapi saya berhasil. Balapan hari ini sangat positif,” ucap Mir.
“Saya mencoba mengatur ban sebaik mungkin dan kemudian mendorong di bagian akhir. Sayang sekali tidak naik podium,” lanjutnya.
Namun usai balapan, sebuah perdebatan muncul di kalangan para pecinta MotoGP dunia dalam momentum Joan Mir yang dibalap oleh duo Ducati dengan teknik slipstream. Apa itu slipstream?