Tersungkur, Bambang Pamungkas Petik Pelajaran

Resign Riki Ilham Rafles

|  

Editor Ramadhan

Melawan jawara J League yang memiliki organisasi permainan yang baik, skuad Macan Kemayoran nampak kewalahan. Mereka hanya mampu menyerang melalui serangan balik cepat.

"Kita bisa lihat mereka main sangat efisien. Kesalahan kecil yang kami buat bisa mereka manfaatkan menjadi gol. Saya pikir itu bisa menjadi pelajaran berharga bagi kami," ujar pemain yang akrab disapa Bepe itu.

Hasil laga kali ini menjadi kekalahan dengan skor terbesar yang dialami Macan Kemayoran selama laga pramusim jelang Liga Super Indonesia 2015.

Meski begitu, Bepe optimistis dia dan rekan-rekannya mampu meraih hasil terbaik mengingat skuad yang ada sekarang diisi pemain yang berkualitas.

"Kami tetap harus optimistis, karena skuad sekarang diisi pemain yang bagus. Tinggal ditingkatkan saja permainan secara tim," tuntas dia.

Sedangkan pelatih Gamba Osaka, Henta Hasegawa mengaku laga ini sangat penting sebagai penyemangat timnya yang berambisi kembali menyabet gelar juara Liga Jepang musim 2015.

Di musim lalu, Yasuhito Endo dan kawan-kawan berhasil finish pertama dengan selisih satu poin dari Urawa Red Diamonds. Itu menjadi pencapaian yang luar biasa, mengingat mereka baru saja promosi dari Divisi Dua Liga Jepang musim 2013.

Selain itu, Henta berharap anak asuhnya bisa membuat kejutan saat berlaga dalam gelaran Asian Champions League (ACL) 2015 nanti.

"Musim ini kami ingin mencapai yang terbaik di ACL. Sedangkan di liga lokal kami ingin mempertahankan gelar juara," ujar Henta.  

Henta mengatakan, laga ujicoba melawan Persija kali ini bisa dijadikan simulasi jelang berlaga di ACL nanti. Karena tidak tertutup kemungkinan mereka akan bertemu dengan tim asal Asia Tenggara.

"Pertandingan ini menjadi simulasi yang baik bagi kami, karena lawan kami di ACL yang berasal dari Asia Tenggara nanti tentu memiliki karakter yang tidak jauh berbeda," tuntas pelatih berusia 49 tahun tersebut.