Kemenpora membuat langkah berani dengan membekukan kepengurusan PSSI. Pembekuan PSSI dilakukan setelah federasi tertinggi di tanah air itu dianggap tak menggubris teguran Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) terkait masalah Arema Indonesia dan Persebaya.
Menanggapi hal ini, Moreno Soeprapto berharap pembekuan PSSI tak memakan waktu yang lama dan kedua belah pihak (PSSI dan Kemenpora) bisa duduk bersama mencari solusi jalan keluar.
"Saya berharap ini tidak berlarut-larut, dan kedua pihak Kemenpora dan PSSI harus kembali duduk bersama mencari jalan keluarnya. Setiap masalah akan selesai jika dibicarakan dengan baik-baik," kata Moreno Soeprapto.
Pria yang juga mantan pebalap nasional ini mengatakan dengan pembekuan ini dapat memancng hukuman dari FIFA. Dia mengtakan bahwa FIFA sangat tidak mau dengan keikutcampuran pemerintah atau intervensi pihak ke-tiga terhadap anggotanya.
"Jangan sampai FIFA mengeluarkan sanksi kepada Indonesia karena pembekuan oleh Kemenpora. Pasal 13 dan 17 statuta FIFA jelas tak memperbolehkan keikutcampuran pihak ketiga termasuk pemerintah," ujarnya.
Kata Moreno, yang paling mengkhawatirkan jika sanksi FIFA turun adalah nasib ratusan atau malah ribuan pemain yang berkompetisi di semua kasta di tanah air seperti Indonesia Super League (ISL), Divisi Utama, Divisi Satu dan Piala Nusantara akan semakin tidak jelas.
"Semua harus memikirkan nasib para atlet sepakbola yang bermain di semua level kompetisi. Bagaimana nasib mereka kedepaannya jika sepakbola Indonesia dihentikan, bagaimana kehidupan keluarga mereka jika mereka tak bisa lagi mencari nafkah karena kompetisi berhenti. Kita harus memikirkan mereka," tandas ia.