Ketum Koni, Tono Suratman tidak setuju jika Tim Transisi ikut campur dalam hal penyelenggaraan Pra Pon Sepakbola. Menurut Tono, soal pelaksanaan tersebut sudah menjadi tanggung jawab KONI dan PB PON.
"Sudah jelas aturannya PON itu yang mengurus adalah KONI dan PB PON, sedangkan Tim Transisi tidak seharusnya berada dalam PON", kata Tono Suratman.
Lebih lanjut, Tono menjelaskan tidak ada komunikasi antara pihaknya dengan Tim Transisi. Dirinya juga menyebut bahwa Tim Transisi telah melanggar aturan dan hak asasi olahraga atas kejadian ini.
"Kami tidak ada koordinasi dengan Tim Transisi, dan Tim Transisi menyalahi aturan. Tentunya tindakan mereka melanggar hak asasi olahraga. Kalau mereka mau mengurus Piala Presiden, ISL atau turnamen lainnya boleh. Tapi kalau PON semua sudah jelas aturannya", tutup Tono.
Untuk diketahui, laga perdana Pra PON zona Kalimantan yakni tim Kalimantan Utara melawan Kalimantan Barat urung terlaksana. Hal ini dikarenakan Polda Kalimantan Selatan menarik izin pertandingan saat kick off akan berlangsung di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Minggu (04/10/15) kemarin.
Pihak Polda Kalimantan Selatan meminta pertandingan dibatalkan karena menerima surat rekomendasi dari Mabes Polri jika penyelenggara harus melakukan koordinasi dengan Tim Transisi.