Selain mengincar prestasi, tentu dibutuhkan regenerasi pemain, karena para pemain sepakbola itu pasti akan mengalami penuaan dari segi usia, yang tidak menutup kemungkinan kemampuan atau fisik pemain itu akan menurun.
Untuk mengganti pemain-pemain yang sudah veteran, jelas dibutuhkan regenari dari pemain muda. Namun jika tidak ada kompetisi, bibit-bibit pemain muda ini tidak akan terlihat karena klub-klub yang mengikuti turnamen kebanyakan menggunakan pemain yang sudah teruji kemampuannya. Hanya sedikit klub yang mau mencoba untuk menggunakan kemampuan para pemain muda.
“Ya karena kompetisi sangat pasti, tujuan kita berkompetisi adalah melakukan pembinaan, kedua menunjukkan kualitas,” jelas Gede.
Dalam kesempatan terpisah, Manajer Arema Cronus Rudi Widodo juga menjelaskan bahwa kompetisi memang harus diadakan karena dalam kompetisi aka nada sebuah pembinaan pemain muda.
“Memang harus ada kompetisi. Ya karena kenapa? Kalau ada kompetisi pasti dibawahnya naik, pembinaan (pemain) ada. (Klub) Divisi utama bisa naik, Liga Nusantara bisa juga, pemain under 21, under 23. Cuman kalau dari program, dari prestasi, ya itu tadi, (turnamen) seperti makan sayur tanpa garam,” terang Rudi kepada INDOSPORT.