Tradisi itu sudah berjalan selama satu tahun terakhir, atau sejak Bali United hadir di Pulau Dewata. Setiap kali pertandingan digelar sore hari, selalu terlihat dua mobil pemadam kebakaran di sisi timur dan selatan stadion.
Tepat saat jeda pertandingan, kedua mobil itu lalu menyemprotkan air berjumlah banyak kepada ribuan Semeton Dewata yang hadir menyesaki tribun Stadion Dipta.

Panasnya cuaca di Gianyar membuat panitia selalu menyiramkan air kepada penonton
"Ini selalu ada setiap kali pertandingan sore. Apalagi kalau cuaca panas seperti sekarang ini," tutur Yogi, rekan salah satu media lokal di Bali saat ditanya INDOSPORT.
Meski sudah memasuki musim hujan, tapi cuaca panas memang sedang melanda kawasan Gianyar, lokasi tempat pertandingan dalam gelaran turnamen Bali Island Cup 2016 berlangsung.

Panasnya cuaca di Gianyar membuat panitia selalu menyiramkan air kepada penonton
Saat kick-off pukul 15:00 Waktu Indonesia Tengah, cuaca tercatat berada di kisaran 30-33 derajat celcius. Sementara pada laga malam hari, cuaca lebih sejuk dengan kisaran 28-30 derajat celcius.
"Penyemprotan air ke suporter rutin di setiap jeda babak pertama. Tapi, kalau dirasa mendesak, suporter pasti berteriak minta air dulu baru mobil itu jalan," imbuhnya.