Dukungan luar biasa bagi Kiko Insa yang dicoret tim pelatih Arema, dinilai sudah berlebihan. Para pemain Arema Cronus pun ingin suporter mereka lebih memperhatikan perjuangan 11 pemain di lapangan selama berlaga di PGK.
Apalagi, tim asuhan Milomir Seslija bakal menjalani laga sulit melawan Pusamania Borneo FC di Stadion Utama Palaran Samarinda, sore ini.

Hendro Siswanto mengharap dukungan Aremania jelang laga kontra PBFC di ajang Piala Gubernur Kaltim.
"Kami minta Aremania juga mendukung semua pemain yang saat ini ada di Arema. Sebab, support mereka juga meningkatkan motivasi kami. Jangan hanya satu dua pemain saja," ujar Hendro Siswanto.
Kapten Arema Cronus itu melanjutkan, keputusan mencoret seorang pemain merupakan hak tim pelatih dan manajemen, dan tentunya dengan pertimbangan yang matang. Hal itu pun wajar dan sering terjadi dalam tim seperti Arema.

Pemain Arema Cronus, Kiko Insa saat menjalani sesi latihan bersama rekan-rekannya.
Mantan punggawa Persiba Balikpapan itu menilai pencoretan seorang pemain adalah bagian dari profesionalisme dunia sepak bola. Jadi, hal itu sudah biasa dan tak perlu ditanggapi secara berlebihan.
"Dukungan (suporter) sudah tidak seperti biasanya. Kami inginnya semua situasi ini segera kembali normal," imbuh gelandang kelahiran Kabupaten Tuban tersebut.

Pelatih Arema Cronus, Milomir Seslija.
Sebelumnya, Milo juga sudah menyatakan pencoretan Kiko Insa berdasarkan pertimbangan performa dan faktor teknis. Milo ingin semua pemain Arema bersatu untuk berjuang meraih kemenangan dan bukan hanya dari satu atau dua pemain saja.
"Di tim, tidak ada (pemain) yang lebih besar dari Arema. Semua keputusan sudah dipertimbangan secara matang," kata Milo.