Osvaldo Lessa menganggap minimnya gol saat ini bukan karena kinerja striker, melainkan skema permainan yang belum berjalan secara maksimal.
Predikat tim tertajam seakan mulai menjauh dari tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut. Dari dua laga Piala Bhayangkara, Ian Louis Kabes dkk seolah tak tahu lagi cara membobol gawang lawan, di mana mereka hanya mengemas satu gol saat Nerius Alom membobol gawang PS Polri yang memaksa skor imbang 1-1 di laga pertama lalu.
Kendati demikian, ia pun yakin, anak asuhnya tersebut hanya menunggu waktu untuk kembali tajam seperti sebelumnya.
"Strategi penguasaan bola sudah berjalan baik, tapi memang pemain butuh waktu untuk kembalikan ketajaman. Pemain banyak yang berubah, juga strateginya," tuturnya.

Yohanes Pahabol, striker Persipura Jayapura (kiri) saat ingin mencoba melewati hadangan pemain Persija Jakarta.
Saat ditahan tanpa gol oleh Persija, skuat Mutiara Hitam memang banyak membuang peluang, terutama dari bola mati. Sedangkan dari permainan terbuka, aliran bola dari lini tengah selalu gagal menembus sektor pertahanan Persija, sehingga suplai bola ke lini depan yang diisi Pacho Kenmogne dan Feri Pahabol menjadi minim.
"Feri sudah kerja keras sampai turun menjemput bola. Mungkin memang kami belum menemukan bentuk permainan terbaik," urainya.
Lessa pun tak mau menyalahkan penyerangnya Pacho yang sejauh ini belum dapat membuka keran gol hingga dua pertandingan.

Pacho Kenmogne, penyerang Persipura Jayapura.
Bomber bernomor punggung 35 itu sebenarnya mampu menjebol gawang Persija di pertengahan babak kedua, namun dianulir wasit akibat berada pada posisi offside.
"Pacho striker bagus dan lama tidak main. Saya yakin dia segera kembali tajam, kalau suplai bola ke lini depan lebih banyak lagi," pungkasnya.