Penyatuan Persebaya 1927 dan Surabaya United Bhayangkara Gagal

Resign Fajar Kristanto

|  

Editor Tengku Sufiyanto

Kepolisian Republik Indonesia yang melakukan merger dengan Surabaya United Bhayangkara memiliki keinginan untuk mengembalikan kejayaan persepakbolaan Ibu Kota Jawa Timur tersebut. Untuk itu, pihak kepolisian bersama Surabaya United Bhayangkara ingin mengajak Persebaya 1927 untuk bersatu.

Rencana tersebut selanjutnya dibicarakan dalam sebuah pertemuan di Gedung Tri Brata Polda Jatim, Rabu (20/04/16) sore. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Chalid Goromah selaku CEO PT Persebaya Indonesia (PT PI), Gede Widiade selaku CEO Surabaya United, Irjen Pol. Condro Kirono yang mewakili kepolisian, dan perwakilan PT Gelora Trisula Semesta (PT GTS) Yeyen Tumena serta Djoko Driyono.

Sebelum pembahasan inti, Condro Kirono menyampaikan pandangannya terkait pertemuan tersebut. Menurutnya, pertemuan itu menjadi langkah nyata kepolisian dalam membantu sepakbola tanah air yang terhenti sejak PSSI dibekukan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahwari pertanggal 17 April 2015.

“Kami ingin membantu membangkitkan persepakbolaan nasional, salah satunya dari Surabaya. Kami semua tentu berharap dualisme ini bisa segera selesai,” ungkapnya.

Untuk mewujudkan penyatuan Persebaya 1927 dengan Surabaya United Bhayangkara, pihak kepolisian menawarkan jalan keluar penyelesaian hutang Persebaya 1927 yang mencapai Rp7 miliar. Ketika itu, seluruh pihak mencapai kata sepakat terkait pelunasan tanggungan tersebut. 

Akan tetapi, beda pendapat saling terjadi saat membahas penyatuan 30 klub internal. Sebab, Djoko Driyono meminta seluruh klub yang 20 diantaranya dikomandoi Cholid dan sisanya mendukung Gede, bersatu terlebih dulu.

“Sebelum menyatukan persebaya, kita terlebih dulu harus membuat 30 klub internal ini kembali. Karena dengan itulah persebaya menjadi utuh,” kata pria yang akrab disapa Jokdri tersebut.

Hingga akhirnya suasana semakin menegang, saat pembahasan nama dan logo klub baru. Cholid dkk. enggan mengiyakan dua prototype logo terbaru. Alhasil, kubu Persebaya langsung keluar dari ruangan, dan penyatuan Persebaya 1927 dengan Surabaya United Bhayangkara urung terlaksana.