Ketua Kelompok 85 (K-85), Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi mengaku pihaknya sudah dua kali mengirimkan surat kepada PSSI terkait permintaan Kongres Luar Biasa (KLB).
Akan tetapi usaha K-85 ini disebut belum mendapatkan respon dari PSSI. Hal ini yang membuat ketua K85, Edy Rahmayadi pun menegaskan akan melapor ke FIFA jika induk sepakbola Indonesia ini tidak juga menanggapi permintaan dari para anggotanya.
"Kami sudah dua kali mengirim surat ke PSSI dan tebusannya ke FIFA namun tak ditanggapi. Kami akan mengajukan ke PSSI lagi untuk yang ketiga kalinya, kalau tidak direspon lagi maka kami akan langsung menyurati FIFA untuk meninjau serta menindaklanjuti, dan tentu ada surat tebusan ke PSSI," tutur Letjen Edy Rahmayadi selaku Ketua Umum Kelompok 85.
K85 mengklaim punya alasan kuat untuk menuntut KLB kepada PSSI, hal itu terlihat dari anggota PSSI yang tergabung dalam K85 sebanyak 92 dari 107 anggota. Itu sudah memenuhi syarat dari 2/3 voters untuk menggelar KLB.
Sementara itu Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, mengaku tidak ada intervensi dari pihak manapun terkait keinginan Kelompok 85 (K85) untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). Menurutnya, permintaan dari K85 itu murni untuk memperbaiki sepakbola Indonesia.
"Tidak ada intervensi untuk hal ini, kami bersama kawan-kawan voters mencari jalan untuk perubahan. KLB harus dilaksanakan karena kita tidak ada pemimpin, hal ini sudah lama diserukan," tandasnya.