Kelompok 85: Bersihkan PSSI dari Pengurus Lama!

Setelah melakukan pertemuan tertutup dengan beberapa pemilik hak suara, kelompok 85 melalui juru bicaranya, Gusti Randa membeberkan bahwa ada beberapa hal yang menjadi fokus dan keinginan dari K85 saat KLB besok.

K85 sendiri menginginkan agar KLB berjalan dengan sukses dan tanpa halangan apalagi sampai deadlock (jalan buntu). Selain itu K85 juga meminta agar ketua umum dan anggota komite PSSI seluruhnya diganti secara keseluruhan.

“K85 menginginkan KLB yang tentram, damai, kita tidak mau menuju kesana dengan jalan yang kurang baik,” ujar Gusti Randa.

Sementara itu manajer Arema Cronus, Iwan Budianto yang juga merupakan salah satu pemilik hak suara, menyatakan bahwa kongres pemilihan harusnya bisa lebih cepat. Dalam hal ini proses selama 40 hari dirasa cukup bagi K85.     

“Kalau keinginan K85 untuk kongres pemilihan itu 11 September dan sudah sesuai statuta. 40 hari itu cukup untuk tahapan pemeriksaan, banding dan lainnya, jadi kita pikir cukup dengan waktu seperti itu,” ujarnya seusai rapat.

“Kalau bisa lebih cepat akan lebih baik, karena kita tidak ingin lebih dari itu,” sambung manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar.

Berikut beberapa poin yang menjadi keinginan K85 menjalang digelarnya KLB PSSI :

  1. K85 dengan voter setuju dengan apa yang sudah diagendakan seperti Hinca Panjaitan yang menjadi pelaksana tugas ketua umum menggantikan ketua umum yang berhalangan.
  2. Seluruh voter menginginkan saat KLB nanti ketua umum dan seluruh anggota komite dipilih ulang semua.
  3. Voter memilih kongres pemilihan ketua umum yang sejatinya 30 Oktober agar bisa lebih cepat
  4. Revisi kode pemilihan PSSI sampai saat ini masih din tangan PSSI dan K85 belum mendapatkannya dan sedang menunggu revisinya seperti apa.
  5. Kita sudah setuju seperti yang ada dalam agenda seperti ketua komite pemilihan oleh Agum Gumelar dan komite banding, Erick Thohir yang ditunjuk langsung oleh AFC dan FIFA, sementara untuk anggotanya belum bisa diberitahu.  
  6. K85 menginginkan KLB yang dilaksanakan dengan santun, bermatabat, dan menghindari deadlock.