Dibalik kegarangannya ketika tampil di lapangan, ternyata ada sisi menarik dari Otavio Dutra. bek tengah Bhayangkara Surabaya United itu rela menyisihkan sebagian gajinya demi menghidupi 53 anak yatim piatu yang menjadi anak asuhnya di sebuah panti asuhan.
"(Sumbangan) ini memang tak seberapa. Tapi, saya salut pada kegigihan perjuangan teman saya yang mendirikan panti asuhan," kata Dutra.
Dengan gaji mencapai puluhan juta rupiah setiap bulannya, membuat Dutra merasa perlu menyisihkan sebagian hartanya tersebut. Pasalnya, ia percaya kerja kerasnya di lapangan juga tak lepas dari doa orang lain.
"Menyisihkan gaji itu sudah saya lakukan sejak lama. Mereka anak-anak kurang mampu, yang butuh kasih sayang kita," bek tengah berumur 32 tahun itu.

Otavio Dutra bersama anak asuhnya di panti asuhan.
Dutra kemudian mengenalkan sang kolega, yang disebutnya pendiri dan pengelola panti asuhan tersebut.
"Ini teman baik saya dari Brasil. Dia yang punya panti asuhan. Saya ikut membantu saja," katanya.
Dodo, panggilan akrab rekan Dutra menceritakan secara singkat terkait panti asuhan yang dikelolanya bersama eks pemain Persipura Jayapura itu. Ia merasa sangat bahagia bisa terbantu dengan rekan se-negaranya untuk bersama-sama mengasuh para anak yatim piatu.
"Dutra ingin mengajak anak-anak datang menyaksikan dia bertanding. Makanya semua anak diajak," kata Dodo.
"Anak-anak asuh kami sampai sekarang berjumlah 53 orang, dengan 31 diantaranya dari Papua. Kami berterima kasih dengan segala bentuk dukungan seperti Dutra," tutupnya.