Stadion Manahan Solo Jadi Venue Dua Agenda Internasional Timnas

Editor Ramadhan

Timnas Indonesia memang tengah bersiap mengikuti dua agenda internasional tahun ini. Kedua agenda tersebut adalah Piala AFF U-19 pada pertengahan September, lalu ada Piala AFF untuk timnas senior akhir tahun ini.

Untuk memaksimalkan perhelatan internasional itu, PSSI selaku induk federasi sepakbola Indonesia sudah mempersiapkan timnas, baik itu U-19 maupun timnas senior. Bahkan kedua timnas ini sudah melakukan seleksi pemain di bawah arahan pelatih masing-masing.

PSSI sendiri mempercayakan Eduard Tjong sebagai arsitek Garuda Muda U-19. Sementara Alfred Riedl akan membesut timnas senior.

Kini, untuk mematangkan persiapan keduanya, PSSI sudah mengagendakan laga ujicoba internasional. Timnas U19 akan menghadapi Filipina, sementara timnas senior akan menghadapi Malaysia.

“Kita hanya bisa ikuti dua event internasional yakni Piala AFF U-19 dan Piala AFF Senior. Untuk timnas U-19 kita baru bisa rilis juga tanggal 20 Agustus akan tanding persahabatan dengan timnas Filipina, di Stadion Manahan Solo,” kata pelaksana tugas Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan.

“Dan timnas senior uji coba internasional 6 September lawan Malaysia, tempatnya di Stadion Manahan Solo juga,” tambahnya.

Pemilihan Stadion Manahan Solo ini sendiri di luar perkiraan. Padahal sebelumnya laga uji coba timnas akan berlangsung di Stadion Bung Tomo.


Eduard Tjong saat memantau para pemain timnas U-19 latihan

“Ya perpindahan stadion ini memang terkait hak siaran langsung televisi juga. Dan juga animo di Solo juga bagus untuk menggelar laga timnas,” jelas Sekretaris Jenderal PSSI, Azwan Karim.

Memang, PSSI harus mencari alternatif lain untuk menggelar event internasional. Terlebih setelah Stadion Utama Gelora Bung Karno yang biasa menjadi home base Indonesia tidak dapat digunakan. Stadion GBK sendiri tengah dalam tahap renovasi untuk persiapan Asian Games 2018.


Para pemain saat menjalani tahap seleksi timnas senior Indonesia