Direktur Utama PT GTS, Joko Driyono, menjamin jika klub akan melepas pemain yang dipanggil memperkuat timnas. Namun, sanksi untuk klub yang membandel akan diserahkan PT GTS pada Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
“Planning-nya kita serahkan ke Alfred Riedl. Koridor sudah kita sepakati, yakni dua pemain maksimal dari satu klub,” ujar Joko Driyono kepada awak media di Hotel Grand Cempaka, Selasa (27/09/16).
“Kalau kasus mereka panggil pemain dari luar saya rasa karena kualitas pemain, bukan disebabkan karena kuota tersebut,” imbuhnya.
GTS menjamin jika klub akan melepas para pemainnya yang dipanggil Riedl untuk berlaga di Piala AFF 2016. Bahkan di H-30 jelang Piala AFF, para pemain klub yang dipanggil akan memiliki status unavailable bagi klub.

Direktur Utama PT Gelora Trisula Semesta (PT GTS), Joko Driyono.
“GTS memastikan siapa pun yang dipanggil Timnas jika pemain tersebut masuk list-nya AFF 30 hari sebelum event. Siapa pun di dalam daftar, maka para pemain tidak valid dalam kompetisi,” tambah pria yang akrab disapa Jokdri itu.
Kasus Dian Agus sempat mencuat karena klub Pusamania Borneo FC tak melepasnya untuk bergabung ke pemusatan latihan atau Training Center (TC) Timnas di Solo beberapa hari yang lalu.

Kiper PBFC, Dian Agus yang tak diizinkan pihak klubnya bergabung ke TC Timnas Indonesia.
Joko Driyono mengklaim bahwa pihak GTS tak berada dalam kapasitas untuk memberikan sanksi bagi klub.
“GTS dalam posisi menindaklanjuti komitmen. Kami tidak berwenang soal sanksi, selebihnya jadi tanggung jawab Komdis PSSI,” jelas Joko Driyono
“Pemain boleh menolak, (Lionel) Messi saja boleh menolak panggilan timnas negaranya karena ingin pensiun, tapi klub tidak diizinkan jika tidak melepas pemain,” tambahnya.
“Kami sudah setting TC Timnas dan turnamen tidak akan ada overlapping dengan kompetisi sampai mid October,” tutup Joko.

Suasana Pemusatan Latihan Timnas Indonesia di Stadion Manahan, Solo.