Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Laskar Wong Kito harus menerima kekalahan dari gol tunggal Marlon da Silva. Yang membuat Hyun-koo kesal adalah proses gol yang terjadi melalui titik putih.
“Kami protes karena saat Teja berhasil menepis tendangan Marlon, Supardi berusaha untuk membuang bola. Tapi ada dorongan dari Marlon yang menyebabkan bola masuk ke gawang,” jelas Hyun-koo, seperti yang dilansir dari laman Laskar Wong Kito.
Sriwijaya FC harus menerima kekalahan setelah Marlon mencetak gol pada menit ke-55. Menurut Hyun-koo, timnya selalu dihukum penalti. “Di Bali kami juga mendapatkan hukuman penalti yang seharusnya tidak layak kami terima,” ujar mantan pemain Semen Padang itu.

Kekecewaan Hyuu-ko pantas terjadi, pasalnya hukuman tersebut membuat timnya gagal meraih poin. Terlebih laga melawan Mitra Kukar seharusnya bisa dijadikan sebagai kebangkitan Sriwijaya FC setelah pekan ke-21 takluk 0-4 dari Bhayangkara FC di kandang sendiri.
“Saya kecewa, Sriwijaya FC banyak kehilangan poin melalui porses seperti ini (hukuman penalti),” tandas Hyun-koo.
Dengan kemenangan tersebut, Mitra Kukar nangkring di peringkat ke-6 dalam klasemen sementara TSC dengan torehan 32 poin. Sedangkan Sriwijaya FC tertahan di posisi 5 dengan raihan 33 poin.