Torabika Soccer Championship 2016

Berharap Ada Kompetisi Resmi dari PSSI, Pemain MU Dukung Apapun Hasil Kongres

Digelarnya Kongres Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan agenda utama untuk memilih ketua umum dan perangkat kepengurusan di periode baru, memunculkan berbagai sikap optimisme dari para pelaku sepakbola.

Salah satunya adalah pemain Madura United (MU), Slamet Nurcahyo yang secara khusus berharap agar semua keputusan pada Kongres yang digelar hari ini di Jakarta, bisa menjadi solusi atas masa depan sepakbola nasional yang lebih baik.

"Sambil menjalani persiapan di kompetisi, kami juga ikut memantau perkembangan Kongres PSSI," kata playmaker skuat asuhan Gomes de Oliveira.
 


Slamet Nurcahyo (kanan) bersama rekan-rekannya di Madura United.

"Sebagai pemain, tentunya kami berharap semua agenda yang sudah disiapkan berjalan sesuai rencana," lanjutnya.

Pasalnya, meski status Indonesia sudah terlepas dari sanksi pembekuan FIFA, kompetisi resmi belum bisa berputar lantaran menunggu susunan kepengurusan PSSI periode baru.

Alhasil, selama menjalani pembekuan, sepakbola Indonesia mati suri dengan hanya digelarnya beberapa turnamen secara kontinyu. Dimulai dari Turnamen Piala Kemerdekaan, Piala Presiden, Piala Jenderal Sudirman dan Torabika Soccer Championship (TSC) yang masih berjalan hingga sekarang.

"Kepastian kompetisi sangat penting bagi kami, para pemain. Kami berharap hasil yang terbaik dari Kongres," harap pemain kelahiran Kabupaten Jember tersebut.

Slamet memang mengaku tidak peduli dengan para kandidat yang akan bersaing. Meski begitu klubnya, Madura United bersama Kelompok 85 sejak awal mengusung Pangkostrad Edy Rahmayadi, sebagai Ketua Umum PSSI. Edy Rahmayadi baru saja keluar sebagai Ketua Umum PSSI terpilih dari hasil pemungutan suara Kongres PSSI, Kamis, (10/11/16) sore hari ini.

"Yang penting, tidak ada lagi berbagai masalah di PSSI, sehingga kompetisi tidak berjalan lagi," tutup Slamet Nurcahyo.