Tak Jadi Markas Timnas untuk Piala AFF, Stadion Manahan Percantik Diri

Resign Benny Raharjo

|  

Editor Ahmad Priobudiyono

Bulan Desember akan menjadi bulan tersibuk bagi Stadion Manahan Solo untuk berbenah dan mempercantik diri meskipun gagal terpilih menjadi markas bagi Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2016.

Setelah terakhir kali digunakan sebagai markas bagi Persija Jakarta di ajang Torabika Soccer Championship 2016 menghadapi Gresik United pada Minggu (07/12/16) kemarin.

Stadion yang mulai dibuka sejak 1998 itu kini bersiap untuk menggelar empat laga penentu sarat gengsi. Stadion Manahan akan menjadi venue bagi pertandingan final Piala Soeratin pada 10 Desember 2016.

Stadion yang diresmikan oleh Presiden RI kedua, Soeharto akan lanjut menggelar partai final Liga Nusantara pada 11 Desember 2016 yang kemudian akan lanjut menggelar final Indonesia Soccer Championship (ISC) U-21 pada 13 Desember dan final ISC B pada 17 Desember 2016.
 


Stadion Manahan Solo mulai berbenah untuk menggelar empat partai pamungkas sejumlah kompetisi bergengsi di Tanah Air.

Jadwal padat yang akan dihadapi oleh stadion pertama di Indonesia yang menjadi tuan rumah event olahraga difabel terbesar di Asia Tenggara itu mengharuskan pengelolanya untuk menjaga kualitas rumput stadion.

Pengelola Stadion Manahan Solo, Didik menerangkan bahwa pihaknya mulai aktif melakukan pembenahan pada berbagai bagian stadion, utamanya pada bagian rumput. 

"Saat ini cuaca sedang hujan, sehingga pemotongan rumput kami lakukan tiga hingga empat kali sehari. Kalau hari biasanya paling enam hingga tujuh hari," katanya.

"Kalau lampu penerangan tak ada masalah, kemarin saat berkali-kali digunakan Persija main malam juga no problem," pungkasnya.