Profil Bakat Muda Indonesia

Nicholas Yohanes Pambudi, Dari Cikarang Sampai Berlatih Sepakbola di Barcelona (Bag.1)

Editor Ramadhan

Nicholas Yohanes Pambudi adalah salah satu talenta muda berdarah asli Indonesia yang lahir di Bekasi, 15 November 1999 silam. Nicho, panggilan akrabnya, saat ini tengah berjuang mengembangkan bakat sepakbolanya dengan berlatih dan menetap di Barcelona, Spanyol.

Nicho menghabiskan masa kecil layaknya anak-anak lain yang hobi bermain, belajar, dan sekolah. Bakat sepakbola Nicho sendiri sebenarnya baru tercium oleh sang ayah, Hernoto Teguh Pambudi, saat Nicho menginjak usia 9 tahun.

Berawal dari keisengan, Hernoto memanfaatkan lapangan kecil yang biasa digunakan untuk bermain futsal di dekat komplek rumahnya di Lippo Cikarang, untuk mengajak Nicho dan teman-teman kecilnya bermain sepakbola.

“Sejak (Nicho) usia 9 tahun, waktu itu ada lapangan futsal di dekat komplek rumah dan saya coba mengkoordinir anak-anak untuk bermain futsal,” ujar Hernoto Teguh Pambudi kepada INDOSPORT.

Aksi Nicholas Yohanes Pambudi (kanan) saat bermain futsal dengan temannya.

Dari lapangan futsal itulah, kebiasaan Nicho untuk bermain sepakbola dimulai. Hingga pada tahun 2009, Hernoto mengikutsertakan Nicho ke sebuah turnamen di Jakarta bernama Liga Coca-Cola atau JSSL (Jakarta School Soccer League) host BISS dan JIS.

“Lalu, tahun 2011 ada turnamen Tiger Cup Biskuat dan juara 1 DKI. Padahal Nicho sekolah di Cikarang, Jawa Barat,” lanjut Hernoto.

Tak berhenti sampai di situ, prestasi Nicho berbuah manis hingga ia kemudian mendapatkan hadiah ke Bali untuk mengikuti Putaran Nasional dan berhasil meraih gelar juara 3 di sana. Hernoto akhirnya mulai sadar bahwa sang anak memiliki bakat sepakbola.

“Dari situlah akhirnya saya berpikir bahwa anak ini (Nicho) memiliki bakat sepakbola. Jadi, saya seriusi cari Sekolah Sepakbola (SSB) dan terus mencari tahu agar Nicho bisa dapat pelatihan yang baik,” tandasnya.

Nicholas Pambudi (putih) ikut turnamen Arsenal di London, Universitas Royal Holloway, 2012.

Untuk menjaga potensi sang anak, Hernoto pun akhirnya memasukkan Nicho ke Soccer School Indonesia (SSI) Arsenal di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten pada tahun 2011-12. Lalu, Nicho melanjutkan sepak terjangnya di SSB JFA Halim pada 2012.

Di SSB JFA Halim, Nicho berlatih pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Hernoto harus menempuh waktu sekitar 1,5 jam untuk mengantarkan Nicho dari rumah ke lapangan latihan dan butuh waktu 3 jam untuk pulang dan pergi.

Nicho ternyata tak hanya menghabiskan waktu berlatih di SSB JFA Halim saja. Hernoto memanfaatkan lapangan kecil di sebelah rumah untuk mengasah kemampuan Nicho dalam mengolah si kulit bundar setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat.

Akhirnya, ketika Nicho memasuki usia 12 tahun atau saat naik kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP), Hernoto memberanikan diri untuk memberangkatkan putra kesayangannya tersebut ke Barcelona, Spanyol.

Nicholas Yohanes Pambudi (kiri) saat mulai berlatih sepakbola secara rutin.

Setelah merasa cukup menimba ilmu sepakbola di SSI Arsenal di ISCI Ciputat pada 2011-12 dan ikut SSB JFA Halim pada 2012, Nicho pun terbang ke Spanyol.

Namun ternyata, perjalanan Nicho ke Spanyol dilalui dengan cara tak mudah. Hernoto mengungkapkan bahwa Nicho merantau ke Spanyol bersama 10 anak-anak lainnya dari JFA Halim yang diatur oleh orang asal Inggris.

Dalam perjalanan berjuang untuk menimba ilmu sepakbola di Spanyol itu, Hernoto menyebut masing-masing anak akhirnya harus mencari jalannya sendiri, karena orang Inggris tersebut lepas tanggung jawab.

Karena kejadian itulah, Nicho akhirnya terdampar di sebuah akademi sepakbola yang berada di Barcelona, Spanyol bernama Fundacion Marcet.

(bersambung)…