Sudah jatuh, tertimpa tangga. Mungkin itu adalah peribahasa yang pas untuk penyerang asal Brasil milik klub asal Serbia, Partizan Belgrade.
Pasalnya pada Senin (20/02/17) lalu, penyerang berusia 28 tahun silam itu mendapatkan perlakuan rasis dari suporter Rad Belgrade, di sepanjang 90 menit pertandingan. Hingga akhirnya di penghujung laga, sang pemain mengonfrontasi fans lawan.
Akibat konfrontasi yang dilakukannya tersebut, membuat sedikit kericuhan di atas lapangan pasca pertandingan. Menanggapi hal tersebut, pelatih Everton, Marko Nikolic, membuat pernyataan yang mengejutkan.
Bukannya memilih untuk melindungi anak asuhnya sendiri, Nikolic justru menyarankan untuk memberikan hukuman kepada pemainnya tersebut. Hal ini berdasarkan perilaku yang dilakukan oleh Everton pasca pertandingan.
“Everton seharusnya tidak usah menanggapi hal tersebut. Namun, dirinya justru terpancing dan melakukan gestur yang tidak seharusnya. Dirinya pantas untuk dihukum,” ucapnya dikutip The Sun.
“Bukan hanya dirinya saja, para suporter Rad juga harus menerima hukuman. Hal seperti ini biasa terjadi di dalam sepakbola, dan pihak otoritas harus menghukum keduanya,” tambahnya.
Manajer Partizan Belgrade, Marko Nikolic.
“Inilah yang terjadi dalam realitas sepakbola Serbia,” tutupnya.
Pernyataan mengejutkan pria kelahiran 37 tahun silam ini ternyata memiliki kisah tersendiri. Nikolic diketahui pernah dipecat dari klub yang sempat ia latih, Olimpija Ljubljana, lantaran melakukan tindakan rasis.
Saat itu, pria berkepala plontos tersebut mengucapkan “hitam idiot” kepada penyerang asal Nigeria, Blessing Eleke, karena dianggap terlalu berlebihan saat merayakan gol.
Akibat ucapannya tersebut, dirinya sempat menjalani hukuman dilarang memimpin klubnya selama tujuh pertandingan oleh Federasi Sepakbola Slovenia.